Wacana Membangun Diklat Sepakbola di Purworejo Mencuat

oleh
Angko Setiyarso Widodo, saat memberikan keterangan dalam jumpa persnya, Selasa (30/7), di gedung SMK TKM Purworejo, sebelum uji tanding antara ISP Junior dengan Timnas Pelajar U-16 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabupaten Purworejo, harus memiliki Diklat khusus sepakbola untuk bisa menghasilkan pemain sepakbola yang berkualitas, yang nantinya bisa memajukan dunia Persepakbolaan di Purworejo.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purworejo, Angko Setyarso Widodo, dalam jumpa persnya, Selasa (30/7), di gedung SMK TKM Purworejo, sesaat sebelum laga uji tanding, antara ISP (Ikatan Sepakbola Purworejo) Junior, dengan Timnas Pelajar U-16 (Runner-Up dalam International Youth Football Tournament 2019 di Guangzhou, China), di GOR WR Supratman, sore harinya.

Dalam jumpa pers tersebut, selain Angko, juga dihadiri Jorge Alejandro Marques Romero (pelatih timnas U-16), Rohman Supriyadi (Kepala Diklat Merden Banjarnegara), Asep Yuli Gunawan (asisten pelatih), Edi Ardyansah (asisten pelatih), dan Ki Gandung Ngadino (Kepala SMK TKM Purworejo).

“Untuk memajukan sepakbola di Purworejo memang tidak mudah. Perlu kerjasama dan dukungan semua pihak, dari pemerintah, sponsor, maupun masyarakat Purworejo sendiri,” ujar Angko.

Angko, yang juga manajer ISP Junior ini mengatakan, saat ini, untuk meningkatkan kwalitas pemain ISP Junior dalam menghadapi Piala Suratin U-17, yang akan tanding perdana 4 Agustus mendatang untuk zona Jateng, pihaknya mengadakan uji tanding dengan klub-klub besar, seperti PSS Sleman, Timnas Pelajar U-16, maupun tim lainnya.

Uji tanding ini, menurut Angko, sangat diperlukan, sebagai bekal ISP Junior untuk menghadapi kompetisi. Mereka bisa belajar dan mempelajari, bagaimana tim besar bermain.

“Targetnya bukan menang atau kalah, tapi pelajaran dan pengalaman dari uji tanding yang penting. Targetnya, tahun 2023 kita bisa main di klub profesional,” terang Angko.

Wacana yang disampaikan Angko terkait perlunya Diklat sepakbola ini, mendapat tanggapan positif dari Ketua MKKS SMK Purworejo, yang juga Kepala SMK TKM Purworejo, Gandung Ngadino, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.

“Adanya Diklat tersebut bisa kita match kan dengan dunia pendidikan. Dari SMK, siap MoU dengan PSSI Purworejo terkait hal tersebut. Dalam dunia pendidikan, tidak hanya dalam IQ saja, tapi juga terampil sesuai bidang (olahraga) masing-masing,” kata Gandung.

Dalam laga uji tanding ini, Timnas Pelajar U-16 dikawal pelatih Jorge Alejandro Marquez Romero, yang kehadirannya diharapkan akan mampu membangkitkan dunia sepakbola di kabupaten Purworejo.

Menurut Jorge, membuat tim sepakbola menjadi sukses itu tidaklah mudah karena butuh tim kerja yang seimbang dari semua yang ada, baik dari pemain, pelatih serta pemangku kebijakan yang ada.

“Saya yakin Purworejo bisa maju dan memiliki tim bola yang profesional karena memiliki investasi hati dengan adanya pendiri, pelatih dan stakeholder yang mendukung dunia sepakbola,” kata Jorge yakin. (Jon)