KORANJURI.COM – UMPurworejo, menjalin kerjasama dengan 6 SMK Pusat Keunggulan (PK), yakni, SMK Muhammadiyah Sampang Cilacap, SMK Muhammadiyah Bumiayu Brebes, SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang, SMK Sultan Fatah Demak, SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, dan SMK YPT Purworejo.
Kerjasama ini, ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama (MoU), antara kedua belah pihak, Rabu (09/02/2022). Dari pihak UMPurworejo diwakili Rektor Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag, dan dari pihak SMK PK diwakili oleh masing-masing kepala sekolah.
Addendum dalam naskah kerjasama meliputi program SMK Pusat Keunggulan, Tri Darma Perguruan Tinggi, dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Dalam acara yang dikemas dalam ramah tamah dalam rangka penutupan pendampingan SMK PK pada periode 2021 ini dihadiri sekitar 31 peserta. Selain dihadiri Rektor UMPurworejo dan jajaran Wakil Rektor, juga dihadiri Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan seluruh dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif.
Dimulai jam 09.00 WIB, acara ramah tamah dibuka oleh MC Joko Purwanto, M.Pd.
Rektor UMPurworejo dalam sambutannya menyampaikan, kerjasama yang dilakukan oleh UMPurworejo dengan SMK PK ini, diharapkan tidak hanya pada program SMK Pusat Keunggulan, namun bisa program-program yang lain, khususnya di Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Harapan kedepan, kerjasama yang sangat baik, sangat diharapkan dapat mampu mengangkat dua instansi dari SMK maupun Perguruan Tinggi,” kata Rektor.
Kerjasama, menurut Rektor UM Purworejo bisa meluas sekiranya dari masing-masing instansi membutuhkan suatu kerjasama yang saling menguntungkan. Tentunya kerjasama di bidang akademik, riset, pengabdian masyarakat maupun kerjasama yang lain.
Dwi Jatmoko, M.Pd, selaku Kaprodi Pendidikan Teknik Otomotif UMPurworejo dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang perencanaan basis data di satuan pendidikan, dimana dalam perencanaan berbasis data ini, dibutuhkan untuk proses monitoring evaluasi selama tiga tahun kedepan, SMK Pusat Keunggulan harus memiliki data-data perkembangan atau kemajuan dari program SMK PK, pelayanan pendidikan, fasilitas praktikum sekolah, sarana prasarana sekolah, capaian pembelajaran, pengelolaan sekolah ataupun manajemen dan lain sebagainya.
“Sehingga basis data yang harus dimiliki di satuan pendidikan inilah nantinya yang akan diupload atau diunggah di website raportpendidikan.kemendikbud.go.id,” terang Dwi Jatmoko.
Kata Dwi Jatmoko, dalam penginputan data rapot mutu pendidikan diharapkan sesuai realita di lapangan. Sehingga tingkat signifikansi penumbuhan dalam gambaran profil pendidikan ini tiap tahun bisa terpantau meningkat.
“Itulah tujuan kenapa SMK Pusat Keunggulan ini dilaksanakan, harus ada kemajuan atau dampak positif” ujar Dwi Jatmoko.
Selanjutnya pemaparan berikutnya tentang profil dari SMK PK yang sudah mempunyai TEFA bengkel jurusan dan BUMS (Badan Usaha Milik Sekolah), yang disampaikan oleh Abdul Hamid, ST, Kepala SMK Muhammadiyah Mungkid, Magelang.
Abdul Hamid, S.T. menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilalui di sekolahnya, tentang BUMS. SMK Muhammadiyah Mungkid memiliki 10 BUMS dan 3 teaching factory (TEFA). Semua kinerja BUMS dan TEFA ini sudah diserahkan kepada manajemen masing-masing unit kerja sehingga dia mempunyai impian kedepan bahwa guru-guru yang ada di SMK Muhammadiyah Mungkid, Magelang, bisa diberikan hak pembayaran melalui BUMS.
“Manajerial pemimpin harus mempunyai ide GILA, harus mempunyai mindset pola pikir kedepan, enterpreneur, sehingga harus mempunyai jiwa ketegasan sehingga menejerial yang ada di SMK ini harus jalan. Setiap guru karyawan di SMK harus melakukan pekerjaan sesuai SOP yang sudah ada, dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, kata Abdul Hamid.
Di tengah-tengah acara, juga diadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi yang disampaikan oleh Dr. Budi Setiawan, M.Hum. Dia menyampaikan sosialisasi beasiswa dan jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru 2022/2023 UMPurworejo.
“6 SMK PK ini diharapkan bisa membantu mensosialisasikan tentang penerimaan mahasiswa baru 2022/2023 UMPurworejo. Karena bagaimanapun juga, 6 SMK PK ini menginginkan capaian lulusan BMW (Bekerja Melanjutkan Wirausaha). UMPurworejo sangat senang jika M : yang singkatannya Melanjutkan ini bisa melanjutkan di UMPurworejo,” kata Budi Setiawan.
Acara ditutup oleh Wakil Rektor 1,
Dr. Siska Desy Fatmaryanti, M.Si. Dia berharap, semoga kerjasama antara UMPurworejo dengan SMK PK ini dapat berjalan sesuai dengan adendum atau program yang sudah dibuat. Apapun yang menjadi kebutuhan masing-masing SMK PK ini, jika UMPurworejo mampu memberi sumbangsih pemikiran atau materi, maka kami akan siap membantu pihak-pihak sekolah dengan mengajukan proposal program kerja sama yang diminta.
“Sebaliknya, jika UMPurworejo punya kegiatan di SMK, mohon bisa dibantu,” pungkas Siska. (Jon)





