KORANJURI.COM – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) melalui Prodi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pendidikan Vokasi pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)’.
Berlangsung selama sehari, Kamis (06/07/2023), dalam seminar yang bertempat di Ruang Seminar Kampus 3 Sucen ini diikuti 98 peserta, terdiri dari mahasiswa Program Studi PTO dan Program Studi Manajemen serta guru-guru SMK dari berbagai daerah. Secara simbolis, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Dr. Yuli Widiyono, M.Pd., membuka kegiatan seminar.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr.Wagiran, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Pendidikan Kejuruan Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr. Arif Susanto, M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif
Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Dr. Suyitno, M.Pd., selaku Ketua Panitia seminar menjelaskan, setelah pelaksanaan seminar, ada kegiatan penyampaian makalah dari peserta yang lolos sebagai pemakalah. Jadi selain sebagai peserta, ada juga yang sebagai pemakalah.
“Makalah itu nanti kita bagi empat ruang, untuk menyampaikan artikel yang telah ditulis, yang beberapa waktu dikirim,” ungkap Suyitno, di sela kegiatan.
Tujuannya, menurut Suyitno, bisa memberikan gambaran pada peserta terkait dengan bagaimana strategi menyiapkan sumber daya manusia pada pendidikan vokasi pada era MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).
Pendidikan kejuruan, kata Suyitno, erat kaitannya dengan kompetensi kejuruannya. Dan pada abad 21 ini, kompetensinya meliputi 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication).
“Jadi peserta akan diberikan gambaran oleh narasumber,” ungkap Suyitno, sambil menyebut bahwa seminar tersebut sangat mendukung untuk mata kuliah karya tulis ilmiah dan seminar.
Terpisah, Kaprodi PTO UMPurworejo Dwi Jatmoko, M.Pd., menyampaikan, di dalam program MBKM, khususnya kurikulum program studi PTO mempunyai ada tiga program, yakni kewirausahaan, asistensi mengajar dan magang.
Tahun ini, kata Dwi Jatmoko, yang ikut asistensi mengajar ada delapan mahasiswa, yang ikut magang 25. Yang paling banyak disukai program magang, karena selama 6 bulan mereka belajar di luar kampus di industri dari Juli-Desember 2023.
“Mereka magang di 13 industri, diantaranya Suzuki Semarang, Toyota Nasmoco Magelang, Mitshubishi Magelang, Datsun Magelang, Honda Anugerah, PT Samudra Persada Semarang, Mitsubishi Tebet Jakarta,” terang Dwi Jatmoko.
Dari seminar ini, dari Program Studi PTO berharap, seluruh peserta baik dari semester 4 atau 6 dan guru-guru di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur yang mengikuti seminar dapat memahami arah kebijakan program MBKM yang digalakkan oleh Kementrian Pendidikan, sehingga dalam program kurikulum PTO ini nantinya berpengaruh terhadap lulusan atau alumni.
“Sehingga mampu menyeimbangkan dengan kompetensi yang ada di Industri. Titik beratnya pada arah strategi dan kebijakan,” pungkas Dwi Jatmoko. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





