KORANJURI.COM – Sukses dengan berbagai konser di dalam negeri dan internasional, grup musik metal asal Garut, Jawa Barat, Voice of Baceprot (VoB) ikut bergabung menyuarakan perubahan terhadap kondisi krisis iklim.
Tahun lalu, trio metal Firdda Marsya Kurnia (vokalis dan gitaris), Euis Sitti Aisyah (drummer) dan Widi Rahmawati (bassis) mengeluarkan single berjudul ‘The Enemy of Earth Is You”.
Lagu itu mengungkap kegelisahan mereka terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi secara berkelanjutan.
“Kami merasa sebenarnya sudah mulai merasakan dampak dari kurangnya kesadaran lingkungan,” kata Firdda seperti dikutip dari Good News From Indonesia.
Tahun ini, VoB terlibat bersama deretan 15 musisi ternama yang tergabung dalam The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab (IKLIM).
Musisi serta grup band yang terlibat dalam lokakarya IKLIM diantaranya, Asteriska, Bsar, Daniel Rumbekwan, DJ Bachoxs,
Down For Life, Efek Rumah Kaca, Jangar, Las!, Matter Mos, Petra Sihombing, Poker Mustache, Rhosy Snap, The Vondallz, Voice of Baceprot, dan Wake Up Iris.
Nova Ruth, musisi yang tergabung dalam IKLIM dan album kompilasi ‘sonic/panic’ yang dirilis tahun lalu mengatakan, musik
memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan mendesak tentang krisis iklim.
“Melalui IKLIM, kami bertujuan menginspirasi tindakan dan meningkatkan kesadaran melalui ekspresi kreatif,” kata Nova.
Lokakarya digelar 1-5 Juli 2024 di Ubud, Bali. Para musisi juga akan melakukan
penanaman pohon di wilayah Gianyar untuk melestarikan ekosistem lokal.
Komunitas IKLIM didirikan awal 2023 untuk menjawab tantangan krisis iklim dengan menyatukan musisi, seniman, organisasi lingkungan dan pakar iklim. (Way)
