KORANJURI.COM – Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menargetkan kemenangan untuk pasangan capres nomer satu ini di propinsi Jawa Tengah, 75 persen.
Hal itu diungkapkan Abdul Kadir Karding, dalam Konsolidasi Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Selasa (19/3), di Gedung Kesenian, Purworejo, Jateng. Di hadapan sekitar 250 kader PKB dan sejumlah caleg ini, Karding meminta seluruh kader memenangkan Jokowi-Ma’ruf.
“Kita dukung capres no 1 ini supaya menang,” tegas Karding, yang disambut yel-yel kemenangan Jokowi-Ma’ruf.
Terkait pernyataan cawapres no 2, Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres, Minggu (17/3), yang akan menghapus UN (ujian nasional), dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat, Karding menyatakan, bahwa UN tetap harus dilaksanakan.
UN saat ini, kata Karding, bukanlah sebagai penentu/standar kelulusan. Tapi UN hanya sebagai standar ukuran pendidikan kita sampai dimana.
“Negara kita kan luas. Kalau tidak ada ukuran, bagaimana kita mengukur kwalitas pendidikan kita?” ujar Karding, caleg DPR RI PKB no urut 1dari Dapil Jateng VI ini.
Dari TKN, jelas Karding, juga akan menyikapi pemelintiran media Tirto.id, terkait kutipan pernyataan Ma’arif dalam debat tersebut, bahwa Ma’ruf akan melegalisasi zina, dengan menyelesaikannya secara hukum.
“Mar’uf Amin itu mengatakan, dirinya akan memerangi hoax dan fitnah yang mengatakan bahwa jika dirinya terpilih maka zinah akan dilegalisir. Namun pernyataan tersebut dikutip secara serampangan oleh media Tirto.id dan dikutip secara sepotong menjadi zina akan dilegalkan,” ungkap Karding.
Terkait permasalahan Gus Romy, Ketum PPP yang kesandung masalah suap dan kini ditangani KPK, Karding merasa prihatin, sedih, dan berempati. Meski PPP bagian dari koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf, namun hal tersebut tidak menurunkan elektabilitas pasangan ini.
“Permasalahan yang terjadi pada Gus Romy, tidak ada kaitannya dengan capres no 1,” tandas Karding. (Jon)
