Tendangan KO Tercepat! Bocil Secta 33 Detik Hentikan Lawan di Kejurnas Kadisdikpora Bali Cup 2026

oleh
Richie, peraih emas dari Dojang Secta Bali - foto: Yan Daulaka/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Aksi spektakuler ditunjukkan taekwondoin cilik asal Dojang Secta Bali, I Putu Richie Sagara Ganerse.

Bocah berusia enam tahun itu sukses membuat seisi GOR Lila Bhuana bergemuruh setelah melancarkan tendangan yeop chagi kaki kanan yang telak menghantam dagu I Komang Askara Satya, lawannya dari Dojang Victory.

RINGKASAN
  • Putu Richie Sagara Ganerse dari Dojang Secta Bali melancarkan tendangan yeop chagi kaki kanan yang telak menghantam dagu I Komang Askara Satya dari Dojang Victory di final Super Pra Cadet A U20 kg Kejurnas Kadisdikpora Bali Cup 2026.
  • Siswa TK B Santo Yoseph Denpasar jadi bintang: Putra pasangan I Made Brian Ganerse dan Gusti Ayu Putu Chintya Febriyanti ini membuat seisi GOR Lila Bhuana bergemuruh berkat keberanian, ketepatan teknik, dan kepercayaan diri di atas arena.
  • Secta Bali raih 13 emas dari 1.000 peserta: Dalam kejuaraan 6-8 November 2026 yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 93 dojang.

Hebatnya, aksi tersebut terjadi hanya dalam tempo 33 detik saat Richie tampil pada partai final kategori Super Pra Cadet A U20 kilogram dalam ajang Kejurnas Taekwondo Kadisdikpora Bali Cup 2026.

Tendangan keras dan akurat tersebut menjadi momen paling mencuri perhatian dalam pertandingan. Di usianya yang masih sangat belia, Richie mampu menunjukkan keberanian, ketepatan teknik, serta kepercayaan diri di atas arena pertandingan.

Richie Sagara merupakan putra pasangan I Made Brian Ganerse dan Gusti Ayu Putu Chintya Febriyanti. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa TK B Santo Yoseph Denpasar.

Penampilan Richie menjadi salah satu cerita menarik dari kiprah Dojang Secta Bali dalam kejuaraan yang berlangsung pada 6-8 November 2026 tersebut.

Pada ajang ini, Secta Bali menurunkan sebanyak 49 atlet untuk bersaing dengan lebih dari 1.000 peserta dari 93 dojang. Persaingan ketat tak menyurutkan semangat para atlet Secta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Secara keseluruhan, kontingen Secta Bali berhasil mengoleksi 13 medali emas. Sementara dalam klasemen perolehan medali dengan ketentuan minimal tiga peserta, Secta Bali menempati peringkat ke-10 dengan raihan enam emas, delapan perak, dan 13 perunggu.

Pelatih Kepala Dojang Secta Bali, Sabeumnim Yan Daulaka, mengaku sangat bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan seluruh anak asuhnya. Kebanggaan tersebut semakin terasa ketika melihat penampilan para atlet cilik berusia lima hingga enam tahun yang turun di kategori Super Pra Cadet.

Menurut Yan, sejak awal dirinya tidak pernah membebani atlet dengan target wajib membawa pulang medali emas setiap kali mengikuti kejuaraan.

Baginya, yang paling utama adalah setiap atlet berani tampil, mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, serta mendapatkan pengalaman bertanding. Mentalitas, keberanian, dan proses pembentukan karakter menjadi bagian penting dari perjalanan seorang taekwondoin.

Prinsip itulah yang terus ditanamkan kepada para atlet Secta Bali, termasuk para bocah yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi.

Penampilan Richie Sagara dengan tendangan yeop chagi dalam 33 detik pun menjadi gambaran bagaimana keberanian dan latihan sejak dini dapat melahirkan momen luar biasa di arena pertandingan.

Di balik tubuh mungil para atlet cilik Secta Bali, tersimpan semangat juang besar. Bagi mereka, kemenangan bukan semata-mata soal medali, tetapi juga tentang keberanian melangkah ke arena dan memberikan yang terbaik. (Yan Daulaka)