KORANJURI.COM – Dalam pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru, pemerintah provinsi perlu menggandeng semua instansi terkait di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, zoonosis termasuk rabies telah ditangani dengan upaya vaksinasi terhadap hewan peliharaan rumah (HPR).
Menurutnya, di pertengahan tahun 2024 vaksin anti rabies (VAR) telah diberikan untuk 57 persen populasi HPR di Bali. Strategi khusus diperlukan dengan penerapan metode yang sama dengan penanganan COVID-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Mengingat belum semua kabupaten membentuk tim koordinasi pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIB,” kata Made Rentin dalam rapat tim koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru (PIB) di Denpasar, Senin (22/7/2024).
Program pengendalian rabies di Bali, selama ini didukung oleh Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP). Rentin mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir kasus rabies terus meningkat di Indonesia.
“Untuk meningkatkan daya tahan tubuh perlu dilakukan peningkatan imunisasi massal,” jelasnya.
Pemerintah akan meluncurkan kampanye imunisasi massal di daerah yang teridentifikasi sebagai zona risiko tinggi. Hal itu untuk meningkatkan cakupan vaksinasi hewan peliharaan.
Selain itu, edukasi masyarakat juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya rabies, gejala, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil oleh individu dan komunitas.
Penyediaan vaksinasi gratis di pusat-pusat kesehatan terpilih juga akan disiapkan untuk mengurangi biaya pengobatan dan memastikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.
Langkah ini, menurut Rentin, diharapkan membantu mengurangi angka kasus rabies di Bali dalam beberapa tahun mendatang
“Berfokus pada pencegahan, pengawasan, dan respons cepat terhadap kejadian-kejadian yang terdeteksi,” kata Made Rentin.
Rapat juga memutuskan untuk mengundang asosiasi untuk bersinergi dalam percepatan capaian Vaksinasi.
“Di sisi internal, kami mendorong pemerintah Kabupaten/kota di Bali yang belum untuk segera membentuk Tikor Zoonosis & PIB di daerahnya,” kata Rentin. (*/Way)





