Sosialisasikan Penggunaan Gadget dan Antisipasi Perundungan, SMPN 12 Purworejo Gandeng Psikolog

oleh
Kepala SMPN 12 Purworejo Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd., bersama psikolog Susi Herawati, S.Psi. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka mensosialisasikan penggunaan gadget yang benar serta mengantisipasi terjadinya perundungan di sekolah, SMPN 12 Purworejo menggandeng psikolog Susi Herawati, S.Psi., untuk melakukan pembekalan dan pembinaan pada siswa.

Sosialisasi dilakukan Sabtu (07/01/2023) di aula setempat, diikuti oleh semua siswa dari kelas 7, 8 dan 9, yang dilaksanakan secara bergantian. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Sekolah Himawan Susrijadi, S.Pd., M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, psikolog Susi Herawati menyampaikan cara menggunakan gadget yang benar, tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat/berguna. Disampaikan pula dampak negatif dari penggunaan gadget yang tidak semestinya.

“Bagaimana anak sekarang dalam penggunaan gadgetnya, jika tidak diantisipasi akan melebar kemana-mana. Dengan mendatangkan psikolog harapannya anak-anak itu bisa mengendalikan diri dalam penggunaan gadget, yang positif itu seperti apa,” ujar Himawan, Senin (09/01/2023).

Meski di SMPN 12 Purworejo belum terjadi adanya perundungan, namun dengan kehadiran psikolog tersebut, kata Himawan, hal itu sebagai bentuk antisipasi kedepannya supaya tidak terjadi.

“Kita hadirkan psikolog, karena dia itu ahlinya, yang mempunyai talenta atau keahlian berkomunikasi dengan anak,” ungkap Himawan.

Dan selama proses sosialisasi, terjadi interaksi atau komunikasi antara siswa dengan narasumber, yang ditandai dengan adanya beberapa pertanyaan dari siswa seputar permasalahan remaja, belajar susah, cita-cita serta ketertarikan dengan lawan jenis.

Psikolog juga berpesan khususnya bagi siswa SMPN 12 Purworejo yang masih remaja, agar hati-hati karena rasa keingintahuannya masih tinggi. Dari yang awalnya penasaran atau sekedar ingin tahu, lama-lama ingin mencobanya. Mereka juga harus bisa memilih teman, memilah permainan atau lainnya.

Himawan menyebut, anak SMP sekarang berbeda dengan jaman dulu. Dengan kemajuan teknologi, saat ini semua informasi sudah terbuka lebar, sehingga kesulitan bagi orangtua maupun guru untuk memantaunya.

“Saat ini kita menerapkan kebijakan, pagi hari semua hp dikumpulkan dan boleh diambil ketika pulang. Dan ketika sudah di luar sekolah, guru sudah tidak bisa memantau atau memonitornya,” kata Himawan.

Menurutnya, agar bisa seiring dan sejalan dengan orangtua, dari sekolah juga akan memberi pembinaan kepada orangtua siswa pada waktu rapat komite dengan mendatangkan psikolog. Ketika mereka sudah tahu dan anaknya paham bagaimana menjadi anak yang baik, maka orangtua juga harus tahu bagaimana dia menjadi orangtua yang baik

Diungkapkan oleh Himawan, bahwa di SMPN 12 Purworejo ditemukan kecenderungan anak bermasalah karena dirumah mereka sudah bermasalah, bisa karena ekonomi, broken home atau tinggal bersama neneknya yang ternyata menimbulkan dampak di sekolah.

“Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya tidak ada masalah di SMPN 12 Purworejo terkait dengan anak-anak, misal perundungan atau ketidakharmonisan dengan guru. Jika anak memahami sekolah fungsinya untuk apa dan guru bisa mengajar dengan tenang, saya yakin prestasi kedepan akan menjadi lebih baik,” pungkas Himawan. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS