SMPN 36 Purworejo Adakan Gelar Karya P5 ‘Diet Cantik Produk Unik’

oleh
Contoh produk dari daur ulang sampah kertas - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 36 Purworejo mengadakan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Sabtu (12/11/2022). Gelar Karya berjudul Diet ‘Cantik’ Produk Unik ini, diikuti semua siswa kelas 7 berjumlah 191 orang, yang dibagi secara berkelompok.

Dalam Gelar Karya, siswa dengan kelompoknya masing-masing menampilkan produk berbahan dasar kertas koran dan tas kresek, yang dibuat atau diolah menjadi sebuah produk. Untuk laki-laki, produknya berupa rompi, dan wanita berupa rok sek dress. Acara dikemas seperti peragaan busana.

Bagai model profesional, para peserta berlenggak lenggok menampilkan produk masing-masing, diiringi musik yang berdentum keras. Para penonton tampak bertepuk tangan setiap kali ada peserta tampil, menambah suasana makin meriah.

Menurut Marni, S.Pd., Waka Kurikulum SMPN 36 Purworejo, Gelar Karya tersebut merupakan akhir dari Projek P5 dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, yang dalam pelaksanaannya memakan waktu 3 minggu lamanya.

“Dalam tema Gaya Hidup Berkelanjutan, kita memiliki beberapa kegiatan, yakni pengolahan limbah dari kain perca, kertas (koran dan daur ulang kertas), plastik kresek, plastik botol/gelas dan cangkang telur,” ujar Marni, di sela kegiatan.

Limbah-limbah ini, dirubah menjadi produk menarik. Cangkang telur dirubah menjadi lukisan, penghias botol, pigura foto. Botol plastik, ada yang dirubah menjadi bunga, lampion dan produk-produk yang menarik, yang intinya untuk mengurangi sampah di sekolah. Produk-produk tersebut nantinya akan ditampilkan di akhir tahun.

Dalam Gelar Karya, kata Marni, penamaan kelompok menggunakan elemen-elemen karakter yang ada pada P5, yakni, Beriman, Bertakwa, Berakhlak Mulia, Mandiri, Gotong Royong, Berkebhinekaan Global, Bernalar Kritis dan Kreatif.

“Proses pengerjaan projek ini diawali dengan sosialisasi dan diselingi dengan ice breaking (penyegar suasana) supaya siswa tidak jenuh. Kita tanamkan karakter yang ada dalam P5 melalui lagu, aksi jemput sampah, pemilahan sampah dan pembuatan produk. Jadi selama proses pelaksanaan projek, ditanamkan nilai-nilai karakter yang ada dalam P5,” ungkap Marni, sambil menyebut, selama proses ada penilaian melalui pengamatan meliputi elemen-elemen karakter yang ada pada P5.

Sebagian siswa kelas 7 SMPN 36 Purworejo berfoto bersama usai menampilkan hasil karya mereka dalam Gelar Karya P5 'Diet Cantik Produk Unik', Sabtu (12/11/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com
Sebagian siswa kelas 7 SMPN 36 Purworejo berfoto bersama usai menampilkan hasil karya mereka dalam Gelar Karya P5 ‘Diet Cantik Produk Unik’, Sabtu (12/11/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Marni berharap, karakter P5 yang ditanamkan pada siswa, akan menjadi gaya hidup siswa yang berkelanjutan. Walaupun nanti di kelas 7 projek selesai, namun hingga kelas 9 tetap tertanam, contoh dalam hal jemput sampah.

“Gelar Karya kita kasih judul Diet ‘Cantik’ Produk Unik. Cantik itu kepanjangan dari Cerdas Anti Plastik. Untuk mendukung itu, nantinya ada reward bagi kelas minim plastik,” terang Marni, didampingi Heni Sulistyaningsih, S.Pd., Ketua P5.

Heni juga menjelaskan, untuk proses hingga pembuatan produk selama pelaksanaan Projek, hanya sarana untuk pengamatan. Yang ditampilkan atau disampaikan justru enam elemen yang ada dalam P5.

“Ada beberapa kendala dalam penerapan P5 ini. Kita masih meraba-raba karena baru pertama kali. Kita kemas kegiatan ini sebaik mungkin supaya siswa tidak jenuh.
Dalam ice breaking kita rubah syair lagu-lagu daerah seperti Apuse, Ampar-ampar Pisang, Potong Bebek Angsa, dengan syair dari 6 elemen karakter P5,” ujar Heni.

Untuk guru pendamping, ungkap Heni, yang seharusnya guru kelas 7, namun tidak mencukupi karena ada guru masih mengajar kelas 8 dan 9. Dalam hal ini, pihaknya masih membuat formula yang nantinya bisa terlaksana semua, tanpa meninggalkan kelas yang diajar.

“Ada 3 tema projek dalam satu tahun yang kita laksanakan, Gaya Hidup Berkelanjutan, Suara Demokrasi dan Kearifan Lokal. Khusus pada Gelar Karya, untuk produk terbaik ada hadiahnya,” jelas Heni.

Kepala SMPN 36 Purworejo, Kusnan Kadari, M.Pd.,. menyampaikan, dalam Gelar Karya, antusias siswa luar biasa. Hasil karya siswa unik dan menarik juga menggelitik yang bagi orang tua tidak pernah berpikir, ternyata anak-anak juga mampu untuk berkarya. Orangtua akan melihat dalam showcase atau gelar karya, betapa hasil karya anak-anak mereka ada manfaatnya.

Untuk kegiatan P5, kata Kusnan, karena di Kabupaten Purworejo semuanya masih tahun pertama, disana sini masih banyak kendala atau mungkin perbedaan persepsi diantara guru maupun kepala.

“Ternyata P5 di sekolah masing-masing punya karakter sendiri-sendiri. Kita tidak bisa mengklaim P5 yang terbaik di sekolah A misalnya. Dan itu tergantung guru-guru penyampainya, juga fasilitas yang disediakan sekolah,” pungkas Kusnan. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS