SMK Pansa Kutoarjo Borong Juara dalam Kompetisi Roket Air UMP

oleh
Foto bersama siswa siswi SMK Pansa Kutoarjo, Purworejo peraih juara 1, 2 dan 3 dalam Kompetisi Roket Air 'Momentum of Physics 2023' yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika dari Prodi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim roket air dari SMK Pancasila 1 (Pansa) Kutoarjo berhasil memborong juara pada Kompetisi Roket Air ‘Momentum of Physics 2023’ yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika dari Prodi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).

Dalam Kompetisi Roket Air yang diikuti berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA se Jateng dan DIY itu, tim roket SMK Pansa Kutoarjo berhasil meraih juara 1, 2 dan 3. Atas prestasinya itu, mereka mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat dan uang pembinaan.

Dijelaskan oleh Kepala SMK Pansa Kutoarjo melalui salah satu guru pendamping lomba, Wahyuni, S.P., dalam lomba yang berlangsung Kamis (22/06/2023) di gedung Kotak Plaosan itu, dari SMK Pansa Kutoarjo mengirimkan 4 tim/kelompok roket air.

Mereka ini, untuk kelompok 1 beranggotakan Aditya Dwi Nugraha (X TKRO B), Andreas Gerry Prijuana (X TKRO B), Muhamad Nurul Ikhsanudin (X TKRO B). Kelompok 2 beranggotakan Dias Ahmad Rafi’i (X TKRO B), Muh Nur Hidayat (X TKRO B), Oka Kurnia Balal Safitri(X TKRO B). Kelompok 3 beranggotakan Ramba Riyu Andarta (X TKRO A), Rehand Gus Gimnastiar (X TKRO B), Santika (X TKRO B). Kelompok 4 beranggotakan Rizki Ahmad Fauzan (X TKRO A), Adi Tegar Saputra (X TKRO B), Muhammad Raffi Abdilah (X TKRO B).

“Dari empat tim ini, kelompok 3 berhasil meraih juara 1, kelompok 1 juara 2 dan kelompok 2 berhasil meraih juara 3,” jelas Wahyuni, Jum’at (23/06/2023).

Dengan adanya prestasi ini, menurut Wahyuni, membuktikan bahwa siswa SMK Pansa Kutoarjo bisa berprestasi di luar bidangnya. Disampaikan pula, pada kompetisi roket air ini ada keterkaitan dengan jurusan siswa peserta, yakni pada pelajaran fisika yang merupakan mapel wajib, salah satunya tentang pengukuran sudut supaya tercapai jarak terjauh.

Atas prestasi yang dicapai ini dari pihak sekolah juga memberikan reward bagi siswa berupa bea siswa prestasi non akademik, dimana untuk kategori lomba tingkat kabupaten, propinsi ataupun nasional itu berbeda besaran atau nilainya.

Sebagai bentuk dukungan sekolah bagi siswa yang akan mengikuti suatu perlombaan, Wahyuni menyebut, anak-anak dipersiapkan dengan berkali-kali latihan dan uji coba dengan bimbingan bapak atau ibu guru.

“Harapannya kedepan anak-anak lebih bersemangat lagi dalam berkompetisi di luar sekolah baik di bidang akademik maupun non akademik,” pungkas Wahyuni. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS