KORANJURI.COM – SMK Bharasa (Bhakti Putra Bangsa) yang beralamat di depan RSU Baru Tjokronegoro, Borokulon, Banyuurip, Purworejo, bekerjasama dengan LPK OS PSA (Puspa Setya Abadi) dari Yogyakarta, melakukan sosialisasi dan perekrutan calon tenaga magang ke Jepang.
Berlangsung di aula setempat, Senin (19/06)2023), sosialisasi dan perekrutan diikuti sekitar 25 calon tenaga magang serta puluhan siswa alumni SMK Bharasa tahun 2023. Selain dihadiri Kepala SMK Bharasa, Rahman Sudrajad, M.Pd.,Direktur LPK PSA Anggun Resti Aditiyan, S.E., M.M., kegiatan juga dihadiri Prof Osozawa Katsuyo selaku owner dari Jepang serta tim perekrutan dari kedua belah pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Sudrajad menyebut, dalam sosialisasi dan perekrutan ini, dari SMK hanya bersifat memfasilitasi. Dia berharap, semoga ini menjadi awal yang baik dan kedepannya akan diagendakan rutin untuk perekrutan tenaga kerja ke Jepang.
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
Harapannya, kata Sudrajad, adanya perekrutan ini menjadikan SMK Bharasa untuk serius sebagai wujud bahwa lulusan SMK siap kerja dengan menggandeng DUDI yang nantinya untuk bekerja ke Jepang.
“SMK Bharasa serius menggarap itu, tidak hanya dengan MoU, tapi MoA (Memorandum of Action). Jadi semuanya tidak hanya tertulis, tapi kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dengan kesepakatan yang ada,” kata Sudrajad, yang berharap kerjasama akan terus berlanjut.
Anggun selaku Direktur LPK PSA dalam paparannya di hadapan calon tenaga magang ke Jepang menjelaskan, penjaringan massal atau perekrutan calon peserta magang ke Jepang merupakan kegiatan kolaborasi antara
SMK Bharasa Purworejo melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan PSA Training and Career Partner, yang merupakan lembaga pelatihan dan pengiriman tenaga magang ke Jepang resmi.
PSA, kata Anggun,
telah memiliki izin operasional LPK dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman dan izin pengiriman (Sending Organization) dari Kementerian Keternagakerjaan RI.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat khususnya wilayah Purworejo untuk mendapatkan akses informasi
yang benar serta kesempatan berkarir di Jepang melalui proses/penyaluran yang aman dan legal,” ungkap Anggun.
Dijelaskan, saat ini kebutuhan perawat lansia di Jepang cukup tinggi dan pihaknya ditargetkan dalam satu tahun bisa mengirimkan 100 Caregiver.
Menurut Anggun, bahwa di Jepang saat ini mengalami de populasi dimana usia produktif sangat minim, padahal industri di sana cukup besar. Indonesia sebagai negara yang mempunyai masalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, hal ini merupakan peluang yang baik, sehingga penyaluran tenaga kerja diarahkan kesana.
“Selain bidang kesehatan, kami juga menyalurkan tenaga kerja bidang manufaktur, industri, konstruksi, pertanian, peternakan maupun restoran dan perhotelan. Hampir semua sektor ada,” ungkap Anggun, sambil menyebut, gaji tenaga kerja di Jepang perbulan mencapai kisaran Rp 13-15 juta.
Usai sosialisasi tentang program magang kerja ke Jepang, kegiatan
dilanjutkan dengan gambaran pekerjaan di Jepang oleh Prof Osozawa Katsuyo serta sesi tanya jawab. Sebagai penutup kegiatan, dilakukan perekrutan peserta magang oleh tim dari PSA dan SMK Bharasa. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
