Siswa SMKN 4 Purworejo Sabet Juara Nasional LKS Mata Lomba Nautica

    


Kepala SMKN 4 Purworejo, Purwanti, S.Pd, M.Par (tengah), bersama Priyanto Subekti (kanan) dan Devi Cicilya Fitriyani (kiri) - foto: Sujono/Koranjuri

KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih Priyanto Subekti, siswa SMKN 4 Purworejo kelas XII dari jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan. Priyanto, berhasil meraih juara 1 LKS (Lomba Kompetensi Siswa) ke 29 tingkat Nasional tahun 2021 pada mata lomba Nautica.

Pada LKS tingkat nasional yang diadakan secara online dari Senin (04/10/2021) hingga Jum’at (08/10/2021) dan diumumkan pada Sabtu (30/10/2021) itu, Priyanto yang mewakili Provinsi Jateng, harus bersaing dengan 21 peserta lainnya dari propinsi se Indonesia. Atas prestasinya itu, Priyanto berhak mendapatkan hadiah piala, sertifikat dan uang pembinaan.

Ditemui Senin (01/11/2021), Priyanto menjelaskan, pada mata lomba Nautica, materinya tentang navigasi. Soalnya, menghitung koordinat untuk menentukan pelayaran, navigasi astronomi menghitung titik lintang tengah hari, dan membuat tangga pandu pada kapal.

“Pada LKS tingkat nasional, saingan terberat dari SMK 36 Jakarta. Alhamdulillah bisa juara. Rasanya senang dan bangga bisa membawa nama baik SMKN 4 Purworejo, kabupaten dan propoinsi Jateng,” ujar Priyanto, yang didampingi pembimbingnya, Sugeng Raharjo, SPI, MP.

Kepala SMKN 4 Purworejo, Purwanti, S.Pd, M.Par mengaku bangga ketika mendengar, melihat, menyaksikan sendiri, anak didiknya menjadi juara 1 LKS tingkat nasional.

“Ini pecah telur. Tertinggi di LKS, kita juara 2 nasional. Ini perjuangan yang luar biasa, baik dari Priyanto sendiri, maupun dari semua guru pembimbing dan juga segala upaya sekolah, dengan segala keterbatasan kita upayakan yang semaksimal mungkin,” ujar Purwanti.

Menurut Purwanti, meski dengan segala keterbatasan, sudah dibuktikan, bahwa kendala apapun ketika memiliki semangat yang luar biasa, dan visi yang jelas kedepan, seperti apa targetnya, akhirnya semua bisa dicapai.

Untuk persiapannya sendiri, kata Purwanti, sudah dilakukan sejak kelas XI, tapi masih mentok di juara harapan 2 propinsi. Dengan latihan tiap hari untuk LKS 2021, dengan persiapan matang dua tahun, dengan pendamping tidak hanya guru internal saja, tapi juga guru ahli dari propinsi, maupun tingkat nasional, akhirnya menorehkan prestasi.

“Ada beberapa materi lomba yang tidak diajarkan di sekolah, seperti astronomi. Materi itu hanya dimiliki oleh Nautika Kapal Niaga, sedangkan kita Nautika Kapal Penangkap Ikan. Otomatis harus belajar pada sekolah lainnya yang memiliki kompetensi Nautika Niaga. Hebatnya, siswa kami malah bisa mengalahkan peserta dari Nautika Kapal Niaga,” jelas Purwanti, yang didampingi Waka Humas Edi Mardiyanto, ST.

Diakui oleh Purwanti, bahwa peralatan sarana pembelajaran di SMKN 4 Purworejo belum lengkap. Dia mengharapkan adanya bantuan bridge simulator program kemarimitiman. Karena keterbatasan inilah, selama latihan, Priyanto hanya mengandalkan visualisasi semata.

“Ternyata visualisasinya benar. Meski peralatannya seadanya, tapi siswa kami punya semangat. Terima kasih juga kami ucapkan pada Kominfo Kabupaten Purworejo yang telah membantu memfasilitasi kami,” ujar Purwanti.

Prestasi Priyanto ini, juga mendapat apresiasi dari Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.B.I, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jateng.

“Saya mengucapkan selamat untuk Priyo Subekti atas prestasi yang sangat membanggakan. Kerja keras dan perjuangan yang luar biasa, bimbingan dari guru dan kepala sekolah SMKN 4 Purworejo dan dukungan dari MKKS SMK. Prestasi ini membawa nama Provinsi Jawa Tengah. Selamat dan Sukses semoga prestasi ini menjadi inspirasi untuk siswa siswa lain dan terus membekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan,” kata Nikmah Nurbaity.

Prestasi membanggakan juga diraih Devi Cicilya Fitriyani (15), siswa kelas X APAT (Agribisnis Perikanan Air Tawar) B SMKN 4 Purworejo. Devi meraih juara 1 pada Lomba Video Kreatif ulang tahun Universitas Muhammadiyah Purworejo yang ke 57.

“Pada video ini, saya mengucapkan selamat milad ke 57 UMPurworejo. Saya membahas, kalau pendidikan itu bukanlah persiapan untuk hidup, tapi pendidikan itu kehidupan itu sendiri. Saya juga membahas, kalau UMPurworejo itu harusnya lebih maju dan jaya, teruslah menjadi yang terbaik dalam segala hal,” jelas Devi. (Jon)