KORANJURI.COM – Memantau pelaksanaan protokol kesehatan di sejumlah Pantai di kawasan Kuta dan Canggu, Gubernur Koster justru mendapati tumpukan sampah yang tak kunjung dibersihkan di areal pantai.
Di pantai Kuta, tidak banyak terlihat aktifitas wisatawan atau masyarakat yang berkerumun, selain sampah dari laut yang terdampar di bibir pantai.
“Pemda Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta yang dilengkapi Posko,” kata Gubernur bersama Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu, Jumat, 1 Januari 2021.
Tumpukan sampah di Pantai Kuta secara rutin akan terjadi setiap tahun, terutama ketika cuaca berangin. Limbah itu merupakan sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba dan terdampar di sepanjang garis pantai Selatan Bali.
“Penanganan sampah ini harus cepat, cepat, dan cepat dikerjakan, tidak perlu menunggu besok. Sistem pengelolaan sampah harus berfungsi dalam 24 jam penuh,” jelasnya.
Sebagian pengunjung di Pantai Kuta ada yang mengeluh kepada Gubernur. Sampah-sampah yang berserakan itu sangat mengganggu. Jenis limbah yang mengotori pantai bukan hanya sampah yang sulit terurai, tapi juga potongan kayu hingga batang pohon sering terlihat terbawa arus ke arah pantai.
“Kita harus bertindak cepat, dalam hitungan jam, sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba ini harus segera dibersihkan,” ujarnya.
Selain di Pantai Kuta, Gubernur dan rombongan juga meninjau penerapan protokol kesehatan di Pantai Petitenget, dan Pantai Batu Bolong, Canggu. Tumpukan sampah juga terlihat di pantai Batu Bolong.
Gubernur minta agar sampah-sampah itu segera dibersihkan. Ia mengatakan, citra positif obyek wisata harus selalu dijaga.
“Kita harus rawat dengan baik kebersihan pesisir pantai ini, karena ini adalah sumber pendapatan masyarakat sekitar maupun pemerintah,” kata Gubernur.
Gubernur Bali sebelumnya berkomitmen memperjuangkan pengurangan plastik sekali pakai. Regulasi dikeluarkan melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018, tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
“Berharap kebersihan pesisir Pantai Kuta mendapat perhatian serius dan segera dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (Way)
