KORANJURI.COM – Kota Denpasar terpilih sebagai tempat penyelenggaraan The IX International Conference of Eurasia World Heritage Cities, Resilient Heritage and Tourism.
Konferensi dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar, Selasa, 30 April 2019.
Denpasar menjadi kota kedua di Indonesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Kota Pusaka Dunia Eurasia. Pada tahun 2008 lalu, konferensi serupa diadakan di Kota Solo ketika Walikota masih dijabat oleh Joko Widodo.
Bali memiliki lebih dari 5.000 pura. Bali juga dikenal sebagai pulau unik, karena memiliki alam manusia dan budaya yang menyatu dalam suatu kesatuan tatanan kehidupan yang terus hidup.
“Alam Bali merupakan alam yang sangat indah, bersih. Bali didiami oleh manusia yang memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan dan spiritualitas yang tinggi. Tata kehidupan manusia Bali dengan kebudayaan tinggi tersebut diwadahi dalam Desa Adat,” jelas Koster, Selasa, 30 April 2019.
Pemajuan kebudayaan Bali ini, kata Koster, menjadi kepustakaan kebudayaan yang dilindungi secara terus menerus.
Sementara, Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan, Kota Denpasar bergabung dengan Organization World Heritage Cities (OWHC) pada 10 Oktober 2013.
“Kota Denpasar telah memiliki hubungan yang erat dengan kota-kota anggota OWHC lainnya. Kami bekerjasama antara anggota OWHC sebagai bentuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan dalam melestarikan dan memperkuat warisan budaya,” jelas Rai Mantra. (*)
