Serka Dewa Gede Astawa Bakal Pecahkan Rekor Baru Ultra Marathon Bali-Jakarta

    


Prajurit Kodim 1626/Bangli Serka I Dewa Gede Astawa (kiri) bersama ketua Koni Bangli Sang Kompyang Suarjaksa (kanan) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Serka I Dewa Gede Astawa, Prajurit Kodim 1626/Bangli bakal memecahkan lagi rekor lari Ultra Marathon dari Bali-Jakarta sejauh 1400 km.

Sebagai anggota TNI, dirinya telah menyampaikan niatnya itu kepada atasannya Komandan Kodim 1626/Bangli. Lari lintas pulau itu rencananya disertai dengan penggalangan dana. Charity tersebut, kata Dewa Gede Astawa, akan disumbangkan kepada anak yatim piatu dan keluarga miskin yang membutuhkan.

“Sekarang rencana baru disusun. Mudah-mudahan ada ijin dari Panglima dan Mabes TNI. Kami rencanakan akhir November ini sudah terlaksana, jadi finishnya pas di tahun baru,” ujarnya demikian.

Seperti diketahui, Dewa Gede Astawa pernah mengadakan lari tunggal ‘Run for Bali’ sejauh 374 km mengelilingi pulau Dewata di awal Oktober 2019.

Kemudian, hanya berselang empat hari usai memecahkan rekor ‘Run for Bali’, pria asal Banjar Tegal Suci, Kalurahan Kubu, Bangli itu, kembali membuat kejutan dengan mengikuti ITB Ultra Marathon Jakarta-Bandung sejauh 200 km.

“Karena terlanjur mendaftar dan diterima, maka 11 Oktober 2019 mulai start lari dari Jakarta menuju Kampus ITB di Bandung,” jelas Dewa Gede Astawa kepada Koranjuri.com.

Sekilas tentang sosok Serka Dewa Gede Astawa, ia memecahkan rekor lari keliling Bali dalam memperingati HUT TNI Ke-74. Babinsa di Komando Rayon Militer Kintamani, Kabupaten Bangli ini memulai etape dari Lapangan Puputan Denpasar menuju Kubu, Karangasem.

Dari Karangasem kemudian melanjutkan etape kedua menuju Desa Sanggalangit, Kabupaten Buleleng. Di etape kedua ini, masalah serius muncul. Dewa Gede Astaw mengalami kencing darah karena gangguan kesehatan.

“Sebenarnya kata dokter tidak boleh dilanjutkan, tapi saya kemudian minum air kelapa dicampur lemon, ajaibnya, berselang 30 menit bisa kencing normal lagi,” jelasnya.

Etape ketiga dari Buleleng menuju Pekutatan, Jembrana, berhasil dilalui dengan mulus hingga finish kembali di Lapangan Puputan Denpasar.

“Lari keliling Bali itu saya tempuh selama empat hari,” ujarnya. (Way)