Sempat Mandek Beroperasi, Sekretariat Ekonomi Kerthi Bali Kembali Aktif

oleh
Sekretariat Transformasi Kerthi Bali yang berlokasi di areal Kantor Bappeda Provinsi Bali, resmi kembali aktif Rabu (15/10/2025) - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Sekretariat Transformasi Kerthi Bali yang berlokasi di areal Kantor Bappeda Provinsi Bali, resmi kembali aktif Rabu (15/10/2025).

Reaktifasi ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Pambudy bersama Gubernur Bali Wayan Koster.

Konsep transformasi Ekonomi Kerthi Bali diluncurkan tahun 2021 namun sempat mandek. Berhentinya sekretariat itu disebabkan masa jeda Wayan Koster dalam Pilkada 2024.

Setelah kembali terpilih di periode kedua, sekretariat itu kembali dibuka.

“Nah, hari ini direaktivasi kembali oleh Bapak Menteri PPN, kami sangat berterima kasih,” kata Wayan Koster.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,48 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,03 persen.

Di tahun yang sama, tingkat kemiskinan Bali sebesar 3,8 persen atau lebih rendah dari angka rata-rata nasional sebesar 8,57 persen.

“PDRB Bali tercatat sebesar Rp. 67 juta, angka ini mengalami peningkatan signifikan jika dibanding tahun 2019 sebesar Rp. 57 juta,” katanya.

Sedangkan, tingkat kesenjangan di Bali hanya 0,348 persen, pengangguran 1,79 persen, IPM 78,6 persen, usia harapan hidup 75 tahun dan angka stunting 7,2 persen.

Di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,3 persen. Namun, akibat pandemi Covid-19 anjlok menjadi minus 9,3 persen pada tahun 2020.

“PHR tinggi terkonsentrasi di tiga wilayah yakni, Badung, Denpasar dan Gianyar. Ini berdampak pada PAD di tiga wilayah itu yang totalnya mencapai Rp10,9 triliun,” kata Koster.

Sedangkan 6 kabupaten lain, hanya mencapai Rp2,3 triliun. Gap yang besar menyebabkan terjadi ketimpangan PDRB dan pertumbuhan ekonomi.

“Saya mulai merenung, kalau Bali dibiarkan hanya bergantung dari kantong pariwisata, ini akan menjadi ancaman bagi sumber perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Secara garis besar, Ekonomi Kerthi Bali adalah konsep ekonomi yang harmonis terhadap alam, ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, menjaga kearifan lokal, berkualitas, bernilai tambah, tangguh, berdaya saing, berkelanjutan dan inklusif.

Konsep ini, kata Koster bertujuan mewujudkan Bali berdikari di bidang ekonomi dan dibangun berlandaskan nilai kearifan Sad Kerthi.

Dalam perjalanannya, konsep ini telah diimplementasikan Gubernur Koster melalui sejumlah regulasi yang berpihak pada pemanfaatan potensi lokal.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy mengatakan, Bappenas berkepentingan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali.

“Karena kami ingin punya model untuk membangun daerah dari Aceh hingga Papua. Kita ingin sebuah konsep yang berasal dari keunikan, keunggulan dan budaya lokal,” kata Pambudy. (*)