Salurkan Lulusan ke Jepang, SMK Bharasa Purworejo Teken MoU dengan LPK PSA Yogyakarta

oleh
Penandatanganan MoU antara Direktur LPK PSA Yogyakarta Anggun Resti Aditiyan, S.E., M.M., dengan Kepala SMK Bharasa Purworejo, Rahman Sudrajad, M.Pd., Senin (29/05/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Bharasa (Bhakti Putra Bangsa) yang beralamat di depan RSU Baru Tjokronegoro, Borokulon, Banyuurip, Purworejo, menjalin kerjasama dengan LPK OS PSA (Puspa Setya Abadi) dari Yogyakarta.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, Senin (29/05/2023). Dari pihak SMK Bharasa diwakili Kepala Sekolah Rahman Sudrajad, M.Pd., dan dari LPK PSA diwakili Anggun Resti Aditiyan, S.E., M.M., selaku Direktur.

Usai penandatanganan, Sudrajad menjelaskan, latar belakang diadakannya MoU tersebut, karena pihak sekolah ingin agar lulusan SMK Bharasa bisa tertampung di dunia kerja. Pihaknya menyiapkan anak didik agar bisa bekerja, yang dalam MoU ini berkaitan dengan pengiriman lulusan ke Jepang.

“Selain bekerja, siswa juga bisa melanjutkan kuliah dimana dari sekolah juga sudah menjalin MoU dengan beberapa perguruan tinggi,” jelas Sudrajad.

Isi dari kerjasama ini, menurut Sudrajad, alumni SMK Bharasa, nanti akan dididik kembali, hingga kemudian siap diberangkatkan ke Jepang sesuai standar yang ada di bursa kerja di Jepang.

Bahwa anak-anak jurusan keperawatan dan farmasi, kata Sudrajad, lebih diutamakan untuk bekerja di Caregiver layanan RS panti jompo di Jepang yang menurut pihak LPK, masih banyak peluang karena tenaga kerja di sana untuk layanan seperti itu masih sangat kurang. Sehingga itu sebagai bentuk peluang bagi siswa kami agar bisa memenuhi pasar tenaga kerja di Jepang

“Sebelum menjalin kerjasama dengan LPK ini, dari SMK Bharasa juga sudah menjalin MoU dengan beberapa perusahaan untuk penyaluran kerja baik di Jawa Tengah maupun di DIY” ujar Sudrajad sambil menyebut, MoU tersebut sebagai salah satu upaya agar lulusan SMK bisa langsung kerja dan itu lebih meluaskan pilihan siswa dalam hal bekerja pasca lulus.

Anggun selaku Direktur LPK PSA Yogyakarta mengungkapkan, lembaga yang dipimpinnya itu bergerak di bidang pelatihan dan pengiriman untuk magang dan kerja di Jepang. Menurutnya, saat ini kebutuhan perawat lansia di Jepang cukup tinggi dan pihaknya ditargetkan dalam satu tahun bisa mengirimkan 100 Caregiver.

“Kita melihat SMK Bharasa ini juga memiliki jurusan perawat. Dan itu sangat potensial, sehingga kami beri kesempatan karir untuk bisa bekerja di Jepang. Tentu peluang ini juga kami rasa baik untuk siswa, karena selain punya pengalaman bekerja di negara maju, mereka juga berkesempatan mempelajari teknologi disana serta benefit yang didapat terkait gaji cukup tinggi, kisaran Rp 13 juta – Rp 15 juta per bulan,” terang Anggun.

Menurut Anggun, bahwa di Jepang saat ini mengalami de populasi dimana usia produktif sangat minim, padahal industri di sana cukup besar. Indonesia sebagai negara yang mempunyai masalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, hal ini merupakan peluang yang baik, sehingga penyaluran tenaga kerja diarahkan kesana.

Anggun menyebut, dari target 100 Caregiver ini, nantinya akan diprioritaskan pada area-area sekitar Yogyakarta. Karena target tersebut belum bisa terpenuhi hingga saat ini, makanya dari pihak LKP sedang membangun jaringan untuk area sekitar Yogyakarta.

“Selain bidang kesehatan, kami juga menyalurkan tenaga kerja bidang manufaktur, industri, konstruksi, pertanian, peternakan maupun restoran. Hampir semua sektor ada,” ungkap Anggun.

Menurutnya pula, LPK PSA Yogyakarta sudah punya ijin pengiriman/ Sending Organization, sehingga sudah legal ijin dari Kementrian Tenaga Kerja untuk bisa mengirim program magang ke Jepang. Lembaganya dibawah pengawasan Dinas Tenaga Kerja mulai dari tingkat kabupaten hingga kementrian Tenaga kerja, juga juga sudah dibawah pengawasan organisasi pengawas yang bernama OTIT (Organization for Technical Intern Training) di Jepang.

“MoU ini kita memberikan prioritas kepada SMK Bharasa untuk bisa menyalurkan siswanya melalui lembaga kami dan kami juga membantu mempersiapkan peserta tersebut agar secara bahasa atau skill sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan perusahaan,” kata Anggun.

Dalam MoU ini, LPK PSA Yogyakarta bekerjasama dengan BKK (Bursa Kerja Khusus) SMK Bharasa, dimana nanti untuk area Purworejo diharapkan untuk perekrutan tenaga kerja ke Jepang bisa melalui SMK Bharasa, bekerjasama dengan BKK lain.

“Harapannya nanti kita bisa sama-sama berkembang dan memberikan dampak positif untuk lulusan-lulusan, terutama di daerah Purworejo dan juga membuka kesempatan untuk para lulusan yang memang mereka berminat untuk berkarir di Jepang,” pungkas Anggun. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS