Rute Baru Langsung ke Bali Beri Dampak Kunjungan Wisman Tiga Negara Meningkat

oleh
Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Target 6,3 juta kunjungan wisatawan ke Bali di tahun 2025 sudah tercapai hingga akhir November.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya memproyeksikan, libur akhir tahun ini mendapatkan tambahan kunjungan menjadi 7 juta wisatawan.

“Perkiraan kita berdasarkan data sebelumnya, mudah-mudahan menjelang Natal atau sesudah Natal bisa bertambah kunjungannya,” kata Sumarajaya, Senin, 15 Desember 2025.

Data dari Bandara Ngurah Rai mencatat, selama November 2025 kunjungan wisman tertinggi ke Bali didominasi oleh turis asal Australia sebanyak 124.548 orang.

Wisman India di peringkat kedua sebanyak 44.179 orang dan wisman asal China 35.918 orang.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, lonjakan wisman dari tiga negara itu diperkirakan karena konektivitas rute baru yang langsung terhubung dengan Bali.

“Rute Newcastle Australia, Mumbai India dan Sichuan China. Ke depannya, kami harap akan semakin banyak rute-rute baru yang terhubung langsung dengan Pulau Bali,” kata Ahmad Syaugi.

Pada periode November saja, kata Ahmad Syaugi, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 1.788.540 penumpang.

Jumlah itu terbagi dalam pelayanan penumpang domestik 685.445 penumpang dan internasional 1.103.095 penumpang.

Pada periode yang sama, ada 11.369 penerbangan yang datang dan berangkat. Dengan rincian, 5.096 pergerakan pesawat rute domestik dan 6.273 pergerakan rute internasional.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menggelar Posko Natal dan Tahun Baru di Desember ini,” ujarnya.

Sementara, Kanwil Bea Cukai Bali Nusra juga mengantisipasi lonjakan kunjungan saat Nataru. Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusra R. Fadjar Donny Tjahjadi mengatakan, pihaknya bersiap melakukan pengawasan dan pelayanan terhadap wisatawan asing.

“Di akhir tahun kunjungan wisman pasti mengalami peningkatan dan perlu saya sampaikan bea cukai siap dalam memberikan pelayanan dan pengawasan,” kata Fadjar. (Way)