Regu Penggalang SMPN 8 Purworejo Raih Juara 1 Lomba Ketrampilan Pramuka Inovatif 2021

    


Regu Penggalang putri Wijaya Kusuma dari SMPN 8 Purworejo, berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Ketrampilan Pramuka Inovatif Kwarda Jateng tahun 2021 untuk tingkat SMP (Penggalang) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Regu Penggalang putri Wijaya Kusuma dari SMPN 8 Purworejo, berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Ketrampilan Pramuka Inovatif Kwarda Jateng tahun 2021 untuk tingkat SMP (Penggalang).

Lomba ini, diikuti secara bertahap. Di tingkat Kwarcab Kabupaten Purworejo, Regu Penggalang Wijaya Kusuma yang beranggotakan Eka Putri Nur Khasanah 9C, Fathimah Fikriyatul Faidah 9D, Hanza Halimatuzzakiyah 9C, Cindy Rhiyan Agustin 9D, Mey Eka Pratiwi 9C, Tiara Zhafirah Artadina 9E, Zhahwa Nayla Nur Salsabila 9A, dan Callista Puja Rahmadini 9D ini, mendapat peringkat satu.

“Setelah itu mengikuti tingkat Kwarda Jateng yang diikuti oleh 35 kabupaten. Masuk tiga besar bersama Kabupaten Semarang dan Cilacap,” ujar Kusnaeni, M.Pd, Kepala SMPN 8 Purworejo, Senin (25/10/2021).

Setelah masuk tiga besar, kata Kusnaeni, divisitasi langsung ke lokasi pada Sabtu (16/10/2021) dan langsung mendapat juara 1. Untuk kategori lomba yang diikuti, meliputi dua penilaian, PBB (Peraturan Baris Berbaris) inovatif/kreasi dan Pionering (tali temali).

Menurut Kusnaeni, penilaian dalam PBB dilakukan sekitar 15 menit. Disini ada PBB variasi tongkat. Pada Pionering, membuat kapal menggunakan tongkat yang disusun menggunakan tali-tali.

“Dalam Visitasi, dari Kwarda Jateng ada tiga juri, untuk PBB dan Pionering. Sebelum divisitasi, lomba dilakukan secara zoom mengggunakan tiga kamera,” ungkap Kusnaeni.

Diakui oleh Kusnaeni, dibutuhkan persiapan yang matang dalam mengikuti perlombaan tersebut. Dari tim yang beranggotakan 8 orang, harus bisa Pionering dan PBB.

Dibawah bimbingan para pembina Pramuka yang diketuai Nurzain Rohmatulloh, S.Pd, tim bekerja keras selama persiapan sekitar 1-2 bulan. Karena untuk Pionering kapal dan aksesorisnya, dalam lomba hanya dibatasi waktu 1,5 jam.

“Tali harus kuat dan rapi. Dibutuhkan kecermatan, ketelitian, kerapian dan ketekunan. Untuk PBB dilihat dari keserasian, kekompakan, dan variasi gerakan,” terang Kusnaeni.

Atas prestasi anak didiknya itu, Kusnaeni mengungkapkan, bahwa
pihak sekolah (pembina) sebenarnya tidak hanya mementingkan atau mengutamakan sebuah kejuaraan tapi juga mengutamakan karakter.

Dengan lomba Pramuka tersebut, akan terbentuk karakter siswa yang dilihat dari kerjasama, kedisiplinan, ketelitian, kecermatan dan ketekunan.

“Yang muncul tidak hanya kebanggaan menjadi juara, tapi karakter siswa otomatis terbentuk secara langsung,” pungkas Kusnaeni. (Jon)