Rebranding Antida Sound Garden, Ruang Ekspresi Seni dan Kreator di Bali

oleh
Penampilan Grup Band asal Bali Navicula saat rebranding Antida Sound Garden - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Antida Sound Garden tampil dengan infrastruktur baru. Ruang seni legendaris di Denpasar itu resmi dibuka kembali dengan brand baru ‘Antida Sound Garden’.

Dalam perjalanannya, ruang kreativitas itu jadi tempat tumbuh bagi banyak nama besar skena musik independen di Bali dan Indonesia, seperti Nosstress, Navicula, Dialog Dini Hari maupun The Hydrant.

“Ini bukan hanya venue tapi tempat orang-orang percaya bahwa seni bisa mengubah hidup,” ujar pendiri Antida Sound Garden Anom Darsana.

Ia menambahkan, transformasi Antida bukan sekedar upaya merawat kenangan. Melainkan, menciptakan masa depan bersama komunitas seni yang lebih kuat dan inklusif.

Rebranding berlangsung pada Sabtu (19/7/2025) melalui pertunjukan tari, musik dan puisi.

Beberapa penampil yang hadir antara lain Made Mawut, Jasmine Okubo, Pranita Dewi & Yan Sanjaya, Sandrina Malakiano, Dialog Dini Hari, Galiju, serta The Munchies.

Panggung outdoor dibuka oleh Made Mawut musisi asal Denpasar dengan musik blues. Di panggung indoor menampilkan repertoar musikal dari Sandrina Malakiano dari album terbarunya bertajuk AIR.

Jasmine Okubo membawakan tarian kontemporer bertema tubuh dan transisi. Dialog Dini Hari mengajak penonton menyelami nostalgia Serambi Art Antida.

Segmen puisi kemudian hadir lewat penampilan Pranita Dewi bersama Yan Sanjaya yang menghadirkan atmosfer sunyi dan reflektif di tengah keramaian.

Sedangkan, Galiju menghadirkan eksplorasi instrumen yang menggabungkan akar lokal dengan pendekatan moderen. Acara ditutup oleh penampilan The Munchies. (Way)