KORANJURI.COM – Sebanyak 308 pesilat dari berbagai perguruan/padepokan pencak silat di Purworejo dan sekitar, mengikuti kejuaraan Sumber Alam Purworejo Pencak Silat Open Turnament’ yang diselenggarakan oleh PO Sumber Alam, bekerjasama dengan Dinporapar dan IPSI Purworejo.
Dilaksanakan selama dua hari dari Sabtu (01/07/2023) hingga Minggu (02/07/2023), kejuaraan pencak silat yang berlangsung di Sumber Alam Adventure Center di Butuh ini dibuka secara resmi oleh Haryanto, S.Pd., perwakilan dari Dinporapar Kabupaten Purworejo yang ditandai dengan pemukulan gong.
Haryanto sangat mengapresiasi kepada penyelenggara, karena kejuaraan Purworejo Pencak Silat Open Turnament merupakan bentuk konkret untuk memajukan prestasi atlet, khususnya dalam cabor pencak silat. Hal itu juga merupakan suatu langkah awal yang bagus untuk jam terbang, karena prestasi tanpa jam terbang omong kosong.
“Penyelenggara telah menjadi pionir. Akan kita usulkan supaya bisa menjadi bapak angkat kedepannya. Karena Purworejo sudah ketinggalan dengan kota-kota lain. Mereka sudah memiliki SKO, KKO, PPLOD sementara di Purworejo belum ada,” ungkap Haryanto.
Salah satu solusinya, kata Haryanto, pihaknya meloby kepada orang-orang yang memiliki passion atau kesenangan terhadap olahraga untuk mendukung olahraga. Karena Purworejo memiliki potensi untuk diunggulkan, salah satunya pencak silat, dimana sarana pasarana lengkap, perguruannya banyak. Terlebih, pencak silat masuk ekstra kurikuler di sekolah, baik SD, SMP maupun SMA.
Anthony Steven Hambali alias Tony, selaku Ketua Penyelenggara menyebut, kejuaraan ‘Sumber Alam Purworejo Pencak Silat Open Turnament’ baru pertama kali dilaksanakan yang bertujuan untuk menggairahkan event pencak silat di Purworejo.
“Dengan event ini kami memberi kesempatan berlatih untuk atlet-atlet silat Purworejo,” ungkap Tony, yang berharap, dari turnamen-turnamen seperti ini atlet Purworejo makin banyak yang bermunculan karena menambah jam terbang
Disampaikan, dalam kejuaraan yang diikuti ratusan atlet ini pesertanya dari tingkat SD, SMP, SMA dan umum. Untuk tingkat SD dan SMP yang masuk dalam pemasalan, dibagi menjadi beberapa kelas. Untuk SD, terbagi menjadi lima kelas, dari C sampai G dan SMP terbagi menjadi tujuh kelas, dari B hingga H. Pada tingkat SMA dan umum yang masuk dalam Prestasi, terbagi menjadi 8 kelas dari A sampai H.
“Dari masing-masing kelas tersebut, penentuannya berdasarkan berat badan. Para pemenang akan mendapatkan medali dan sertifikat,” terang Tony.
Triman Abdilah, dari Bidang Organisasi IPSI Purworejo sangat mengapresiasi adanya event ini, karena kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak latihan. Meski baru pertama diadakan, namun antusias peserta luar biasa. Dari kuota yang disediakan, tenyata melebihi target bahkan hingga menolak peserta.
“Harapannya kita bisa kembali kepada era dulu, dengan muncul prestasi yang tidak hanya tingkat lokal, namun hingga internasional,” kata Triman. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





