Ratusan Ibu-ibu di Purworejo Mendapat Pelatihan Teknologi Olahan Sayur dari BRIN

oleh
Sebanyak 150 peserta yang didominasi ibu-ibu dari unsur Fatayat, Muslimat serta beberapa tokoh masyarakat perwakilan dari berbagai wilayah kecamatan se Kabupaten Purworejo, mengikuti Pelatihan Teknologi Olahan Sayur dari BRIN, Selasa (23/01/2024) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 150 peserta yang didominasi ibu-ibu dari unsur Fatayat, Muslimat serta beberapa tokoh masyarakat perwakilan dari berbagai wilayah kecamatan se Kabupaten Purworejo, mengikuti Pelatihan Teknologi Olahan Sayur dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Selasa (23/01/2024).

Dalam pelatihan yang berlangsung di Graha Siola RM Dargo Pangen ini, dibuka oleh Abdul Kadir Karding, anggota DPR RI dari Komisi VII. Sebagai narasumber dalam pelatihan ini, Dr Waryat, Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Agroindustri BRIN dengan materi tentang Teknologi Pengolahan Sayur.

Abdul Kadir Karding di sela kegiatan menjelaskan, kegiatan pelatihan ini melaksanakan salah satu fungsi BRIN, yakni penerapan. Jadi dalam BRIN ini ada penelitian, pengembangan dan penerapan.

“Pelatihan ini memang sengaja kita rumuskan di DPR, agar masyarakat kita diperbanyak pelatihan untuk memberikan semacam kail,” ungkap Karding.

Mereka (para peserta), kata Karding, bisa membuat sayur, sayur diolah menjadi minuman, dan variasi lainnya. Jadi pihaknya ingin masyarakat yang pasca pandemi secara ekonomi agak turun, bisa bangkit dan mandiri. Karena tidak mungkin negara akan membantunya terus menerus dengan bantuan seperti BLT.

“Kita buat mandiri, kita latih mereka memiliki ketrampilan,” ujar Karding, anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini.

Karding menyebut, dari BRIN memang bermitra dengan komisi VII. Dari beberapa program pelatihan di BRIN, sebagian dilewatkan melalui DPR.

“Harapannya masyarakat punya pilihan-pilihan lain untuk berproduksi, mendapat tambahan penghasilan selain dari pekerjaan utama. Khususnya ibu-ibu, supaya tidak ngurus dapur saja. Meski tetap di dapur, namun bisa dapat tambahan penghasilan untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” terang Karding.

Muhammad Dahlan selaku Koordinator Kegiatan menjelaskan, bahwa Abdul Kadir Karding memang sering turun ke bawah menyapa warga masyarakat, khususnya di kabupaten Purworejo dalam rangka silaturahmi.

“Kedatangan beliau, selain untuk membuka kegiatan pelatihan, juga untuk menyerap aspirasi dari konstituennya,” pungkas Dahlan. (Jon)