Ratusan Guru se Bali Ikuti Seminar Teknologi di ITB STIKOM Bali

oleh
Seminar tingkat guru SMA/SMK se Bali di aula Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Senin, 22 Januari 2024 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali menggelar seminar tingkat guru SMA/SMK se Bali di aula Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Senin, 22 Januari 2024.

Seminar diikuti oleh 170 orang guru SMA sederajat, dengan mengangkat tema ‘Optimalisasi Teknologi Informasi bagi Tenaga Pendidik’.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, era digital ditandai dengan revolusi industri 4.0 selanjutnya masuk pada era Masyarakat Madani 5.0

“Ada sejumlah bidang yang menonjol di era digital diantaranya, artificial intelligence yang semakin masif digunakan, biodata hingga internet of things (IoT),” kata Dadang Hermawan membuka kegiatan.

Menurutnya, disrupsi digital yang mulai berlangsung saat ini direspons oleh para guru dengan membuat modul pembelajaran yang dinamis dan menarik untuk para siswa.

Peran guru sangat penting dalam menyiapkan para siswanya untuk menghadapi era digital di masa mendatang. Dadang mengatakan, di tengah inklusi informasi, siswa bisa dengan mudah mendapatkan pengetahuan bersumber dari internet.

“Jadi bukan guru yang lebih tahu, tapi siswa bisa mendapatkan akses secara terbuka. Kalau guru lebih dulu tahu, iya, karena mereka lebih dulu belajar,” jelas Dadang.

Ditambahkan, ada dua fenomena terkait dengan era digital yang saat ini tengah berlangsung. Dadang menyebutkan, fenomena terbalik terlihat dengan perekrutan sumber daya manusia dari perusahaan-perusahaan besar tanah air.

“Dulu perusaahan merekrut SDM sesuai tamatan yang dibutuhkan di perusahaan tersebut. Tapi sekarang perusahaan merekrut ahli IT kemudian baru dilatih untuk melakukan tugas seperti di bidang kehumasan, marketing dan sebagainya,” jelas Rektor ITB STIKOM Bali.

Selain itu, penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) juga dilakukan secara online untuk menjaga kerahasiaan data peserta.

“Sudah 4-5 tahun formasi sarjana komputer tidak tercapai kuotanya, sedangkan sarjana lain semakin membludak. Sekarang memang terjadi dan sekarang sudah merasakan. Fenomena lain, dengan adanya pandemi, semakin mempercepat transformasi di bidang IT,” kata Dadang Hermawan. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS