Di dalam makam tersebut terdapat beberapa sarana yang bisa digunakan oleh peziarah. Diantaranya, tempat berwudlu, termasuk mushola untuk melakukan sholat.
Menariknya, bukan hanya umat muslim saja yang berziarah. Karena disitu juga ada plangkiran atau tempat sesaji untuk tempat bersembahyang umat Hindu. Air untuk menyucikan diri juga dipercaya bertuah dan kerap dibawa pulang oleh peziarah.
Menurut Made Artana, banyak pula yang meminta asap dupa yang telah didoakan oleh juru kunci untuk dibawa pulang.
“Asap dupanya ditaruh di plastik. Tapi ada juga yang meminta air suci. Semua tergantung yang membutuhkan, saya cuma melayani. Air suci maupun asap dupa digunakan untuk sarana ketika berdoa di rumah,” terang Artana.
Jumlah peziarah pun selalu membludak pada Jumat Legi atau di Bali jatuh pada Purnama Tilem Kajeng Kliwon. Umat yang datang bukan muslim, tapi juga umat Hindu yang tetap menghormati Pangeran Mas Sepuh.
Selanjutnya, Pangeran Mas Sepuh mendapat sebutan Ratu Mas Sakti Pantai Seseh. Julukan Ratu Mas Sakti ini, kata Made Artana, mewakili kesaktian dari Pangeran Mas Sepuh. Karomah kesaktian yang didapat putra Raja Mengwi I ini, diceritakan, terlihat ketika Pangeran Mas Sepuh sanggup berjalan diatas air.
Di puri Taman Ayun Mengwi, tokoh ini juga mampu duduk di atas pohon teratai yang mengapung di danau yang mengelilingi puri.
Pantang Makan Daging Babi
