KORANJURI.COM – Paslon nomer urut 2, Nadya Aprilia (XI TKJ) dan Hamzah Latar (X TOkr D), berhasil meraih suara terbanyak dalam Pilkasis (Pemilihan Ketua OSIS) SMK Pancasila 1 (Pansa) Kutoarjo, Purworejo, Rabu (11/10/2023).
Dalam Pilkasis ini, Paslon Nadya-Hamzah mendapatkan 308 suara, mengalahkan dua pesaingnya, Paslon no 1 Alvin Ziydan (XI TKJ) dan Adhi Irwanto (XI TKR A) yang meraih 301 suara dan Paslon no 3 Abim Munandar (XI TKJ) dan Rifki Firmansyah (X TOkr D) yang hanya mendapatkan 65 suara.
Dijelaskan oleh Kepala SMK Pansaku, Septi Endah Parwati, M.Pd., melalui Andra Janatuko Thoriq, M.Pd., Ketua Panitia Pilkasis, atas perolehan suara itu Paslon Nadya-Hamzah berhak menjadi Ketua OSIS periode 2023/2024.
“Semoga keduanya bisa menjalankan amanah dan bisa melaksanakan visi misi yang telah disampaikan sebelumnya,” ujar Andra, usai kegiatan.
Dijelaskan, sebelum pelaksanaan Pilkasis, kegiatan diawali dengan seleksi awal yang diikuti 35 bakal calon yang mengajukan diri. Dari 35 Bacalon, akhirnya terpilih 6 besar, yang selanjutnya dipasangkan menjadi 3 Paslon Ketua dan wakil ketua.
Dalam seleksi, kata Andra, ada sesi tanya jawab oleh guru dan perwakilan siswa saat bakal calon menyampaikan visi misinya. Usai penetapan paslon, dilanjutkan dengan kampanye yang dilakukan saat upacara bendera pada Senin (09/10/2023) di hadapan para peserta upacara.
“Kita kemas Pilkasis ini seperti pemilu yang sebenarnya. Disini juga dibentuk panitia pemilihan,” terang Andra.
Para pemilih, ungkap Andra, merupakan seluruh warga sekolah terdiri dari siswa dan guru /karyawan. Diawali dengan presensi, dimana siswa diberikan kartu suara, dilanjutkan dengan pencoblosan di bilik suara dan memasukkan surat suara ke kotak suara. Sebagai bukti pemilih telah menggunakan hak suaranya, pemilih mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta.
Tujuan dari Pilkasis ini, ujar Andra, untuk melatih suara demokrasi pada siswa.
Setelah terpilih dan membentuk kepengurusan baru, para pengurus akan dikukuhkan dan menjalani LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Dalam LDK ini, akan digabungkan dengan pengurus organisasi lainnya di sekolah, seperti dewan ambalan Pramuka dan PMR.
“Tujuannya biar siswa belajar demokrasi dari awal supaya tumbuh jiwa demokrasinya, minimal untuk meminimalisir golput. Harapannya siswa bisa berpartisipasi dalam pileg 2024, mensukseskannya dengan tidak menjadi golput. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
