Purworejo Terima Hibah Rp107,1 Miliar Program LSDP Kelola Sampah

oleh
Kunjungan lapangan tim Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) pada Kamis (03/09/2026) ke Pemkab Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo bersiap memperkuat tata kelola pengelolaan sampah berkelanjutan.

Hal itu menyusul kunjungan lapangan tim Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) pada Kamis (03/09/2026).

Tim yang terdiri dari unsur National Steering Committee, Central Project Management Unit (CPMU) dan Project Implementation Unit (PIU) dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, dan Bank Dunia itu diterima langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH didampingi Sekda Ir. Suranto, ST, SSos, MPA dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Budi Wibowo, SSos di Ruang Arahiwang Setda Purworejo.

Kunjungan ini merupakan tahapan persiapan pelaksanaan Program LSDP 2026–2030. Purworejo menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih menerima hibah penguatan tata kelola dan sarana prasarana persampahan.

Di Jawa Tengah, ada 4 daerah penerima, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Purworejo*.

Masing-masing daerah menerima hibah senilai Rp107,1 miliar yang telah diserahkan secara simbolis oleh Kemendagri di Surakarta pada Jumat (28/08/2026).

Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kedeputian Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Dr. rer. nat. Jayadi, SSi, MSE, MA menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini butuh pendekatan sistemik.

“Oleh karenanya, LSDP menjawab sebagai instrumen untuk mendorong masalah sampah melalui penguatan tata kelola, peningkatan kinerja layanan dan sampai pada implementasinya,” ucapnya.

Jayadi menjelaskan, verifikasi lapangan ini untuk menajamkan kesiapan daerah. Ada 6 hal penting yang diverifikasi, mulai dari kesiapan, perencanaan anggaran, PIU lokal, rencana kerja tahunan, kesiapan input sampah dan layanan, hingga peran serta masyarakat.

“Untuk mendukung hibah tersebut sedikitnya ada enam hal penting yang perlu dipastikan saat verifikasi ini. Diantaranya konfirmasi kesiapan, perencanaan anggaran, lokal project implementing unit, anual working plan dan kegiatan yang dapat dibiayai, kesiapan input sampah dan layanan, yang terakhir peran serta masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum melihat langsung kondisi pengelolaan sampah di daerah.

“Kami siap memberikan informasi yang diperlukan dan mendukung proses peninjauan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Pemkab Purworejo menegaskan akan memanfaatkan program LSDP secara maksimal untuk menjawab persoalan persampahan. Dengan hibah ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Purworejo bisa berjalan dari hulu sampai hilir secara berkelanjutan. (Jon)