KORANJURI.COM – Sebanyak 32 orang peserta, terdiri dari guru, karyawan dan calon guru SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, mengikuti kegiatan Darul Arqom yang diselenggarakan sekolah ini, Rabu (21/06/2023).
Berlangsung selama sehari, kegiatan Darul Arqom dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. H.Pudjiono, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang Dakwah dan Jihad di dalam sekolah Muhammadiyah.
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
Pudjiono menyebut, bahwa pendidikan di Muhammadiyah itu merupakan salah satu ladang dakwah Muhammadiyah. Mad’u atau jamaahnya adalah anak atau siswa yang dengan sendirinya datang ke sekolah secara rutin, sehingga tidak perlu mencari obyek dakwah.
“Obyek dakwah di sekolah adalah siswa, sehingga kita bersungguh-sungguh untuk memberikan pencerahan kepada siswa agar kehidupanya terarah,” kata Pudjiono.
Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo yang juga sebagai sekretaris MPK PDM Purworejo, Sumarjo, S.Fil.I, M.Pd., di sela kegiatan menjelaskan, Darul Arqom merupakan pengkaderan di Muhammadiyah yang dilakukan secara bertingkat. Untuk pelaksanaannya sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan.
“Di SMK Muhammadiyah Purwodadi ini Darul Arqom dilakukan setahun sekali di awal tahun pelajaran. Intinya memberikan bekal kepada bapak ibu guru atau karyawan baru terutama, supaya mempunyai persamaan persepsi tentang visi pendidikan Muhammadiyah,” ungkap Sumarjo.
Dia mencontohkan, yang tadinya guru orientasinya itu gaji, menjadi berorientasi menghimpun pahala.
Selain Pudjiono, selama pelaksanaan Darul Arqom ini juga diisi dengan pemateri lain. Di sesi kedua, penyampaian materi tentang pemantapan visi sekolah Muhammadiyah disampaikan oleh H. Agus Amin Fadillah, S.E., M.M. pemateri kedua ini merupakan bendahara PDM Purworejo dan Kepala SD Muhammadiyah Unggulan Purwodadi.
“Karena banyak sekolah-sekolah yang tidak nyambung dengan visi pendidikan Muhammadiyah sehingga perlu di sinkronkan,” ungkap Sumarjo.
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
Pemateri lainnya , Drs H. Muh Hamidi, M.Pd., seorang pakar pendidikan, pengawas atau penilik TK/SD Dinas Pendidikan dan sebagai anggota BPH Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) dan juga wakil ketua PDM yang membidangi pendidikan, menyampaikan materi tentang tips and triks mengelola sekolah Muhammadiyah.
Dan sesi terakhir tentang akhlak guru Muhammadiyah, yang disampaikan oleh H. Nasrudin, M.Si., seorang dosen UMPurworejo dan juga sebagai pengasuh pondok pesantren mahasiswa UMPurworejo, Al Qudhori.
Nasrudin mengingatkan, bahwa guru Muhammadiyah harus memiliki akhlak yang mulia karena sebagai contoh bagi siswanya.
“Dengan Darul Arqom ini, harapannya bapak ibu guru paham, tentang harus bagaimana berkhidmah di amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Jadi jangan sampai salah niat, salah persepsi dan tidak sejalan dengan visinya Muhammadiyah. Dengan kegiatan ini tentunya bisa meningkatkan kinerja dan kedepannya akan berimbas kepada kualitas pendidikan,” pungkas Sumarjo. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





