KORANJURI.COM – Bank Indonesia memperkirakan dunia usaha di Bali pada triwulan I 2025 akan tumbuh positif dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 34,55%.
Kondisi itu tercermin dari hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia setiap periode tiga bulan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, pertumbuhan dunia usaha dorong oleh meningkatnya lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Lapangan usaha diprakirakan akan meningkat seiring dengan dimulainya musim panen pada komoditas utama seperti padi,” kata Erwin, Senin, 10 Februari 2025.
Di sektor perdagangan, kata Erwin, juga menunjukkan potensi pertumbuhan kinerja usaha sejalan dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri.
Sebagai pembanding, SKDU di Provinsi Bali pada triwulan IV 2024 tetap bertumbuh meskipun tidak setinggi triwulan tahun sebelumnya.
Curah hujan tinggi pada pada triwulan IV 2024 jadi faktor yang mempengaruhi kondisi kegiatan usaha di Provinsi Bali. Beberapa lapangan usaha seperti, pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami penurunan dengan berakhirnya masa panen.
Penurunan pada lapangan usaha pertanian sejalan dengan kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2024 sebesar 72,47%. Atau, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 79,86%.
Lapangan usaha akomodasi makan dan minum (akmamin), kata Erwin, turut mengalami penurunan.
“Responden menyampaikan hal tersebut dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas wisata pada saat libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru akibat cuaca hujan,” ujar Erwin.
Penurunan lapangan usaha Akmamin juga terlihat dari menurunnya tingkat kunjungan wisatawan pada triwulan IV 2024.
Berdasarkan data Angkasa Pura, jumlah kunjungan domestik triwulan IV 2024 sebanyak 1,22 juta orang, atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,37 juta orang.
Kunjungan wisman juga turut mengalami penurunan, dengan jumlah kunjungan wisman pada triwulan IV 2024 sebanyak 1,75 juta orang. Atau, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,98 juta orang. (*/Way)
