Politisi Golkar Tolak Jalur Tol Gilimanuk-Mengwi: Seharusnya Belok ke Utara Dulu

oleh
Politisi Golkar yang juga anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih (Demer) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Politisi Golkar Gde Sumarjaya Linggih (Demer) menyatakan, sejak awal menolak rute Tol Gilimanuk-Mengwi.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, dengan jalurnya langsung terhubung ke Denpasar, justru memperparah kondisi di wilayah Bali Selatan.

“Harusnya jalurnya Gilimanuk, Seririt dan Soka. Soka ini perbatasan antara Jembrana dan Tabanan,” kata Demer di Denpasar, Rabu, 22 Juli 2026.

Hal itu akan menghidupkan UMKM di jalur yang dilalui terutama di wilayah Utara Bali. Dengan begitu pemerataan ekonomi akan terjadi antara Bali Utara dan Selatan.

“Saya terus terang dari awal menolak jalur tol Gilimanuk-Mengwi, harusnya dibelokkan dulu ke utara,ke Seririt. Karena kalau sekarang semua akan lewat Denpasar, maka numplek lah Denpasar itu,” kata Demer.

Dia sempat menyampaikan pandangannya kepada Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti.

“Katanya mau dikaji, mudah-mudahan sampai juga. Tol ini sebenarnya tidak mengandalkan lalu lintas harian rata-rata (LHR), tapi sebenarnya kombinasi dengan propertinya,” kata Demer.

Sementara, Direktur Jenderal Bina Marga di Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar mengatakan, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang direncanakan sepanjang 96 km terbagi dalam 3 seksi.

Fokus tahun 2025-2029 diarahkan pada seksi Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi sepanjang 35,52 km. Studi kelayakan dan desain awal ditargetkan selesai pada triwulan III 2026.

“Kemudian dilanjutkan pada dokumen pengadaan tanah serta Adendum Amdal dan Andalalin,” kata Roy saat mengikuti Rakor di Bali. (Way)