KORANJURI.COM – 137 siswa kelas XI SMK Kesehatan Purworejo dari jurusan Farmasi dan Keperawatan, menjalani ucap janji calon Praktikan, Senin (20/03/2023), di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo. Prosesi ucap janji dipimpin Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd.
Ucap janji tersebut dilaksanakan sebagai syarat sebelum para siswa menjalani PKL (praktek kerja lapangan) di sejumlah rumah sakit, klinik, puskesmas dan apotik di berbagai wilayah Kabupaten Purworejo.
Ucap janji calon Praktikan ini ditandai dengan penandatanganan naskah ucap janji calon Praktikan oleh perwakilan siswa dan kepala sekolah. Kegiatan ini dihadiri dua pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Bani Mustofa, M.Pd., dan Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd., jajaran pengurus Yayasan Bina Tani Bagelen, Ketua Komite, orangtua siswa, perwakilan DUDI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Usai pelaksanaan ucap janji, Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin menyebut, tujuan dari pengambilan sumpah janji, untuk mempersiapkan anak-anak sebagai calon tenaga kesehatan supaya nanti ketika di tempat PKL mereka lebih siap.
Juga, untuk mempersiapkan para siswa ini sebagai calon tenaga kesehatan dengan komitmen untuk menjaga nama baik sekolah dan profesi dalam menjalankan tugas PKL di apotik, RS, klinik atau puskesmas.
“Serta untuk mempersiapkan agar siswa bertanggungjawab sebagai calon tenaga kesehatan profesional di dalam menjalankan tugas PKL,” ujar Nuryadin.
Berkaitan dengan itu, Nuryadin berpesan, agar anak-anak dalam menjalani tugasnya dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab, serta nikmati proses PKL dengan sepenuh hati.
Dia berharap, anak-anak dapat menjaga nama baik dirinya, keluarganya juga sekolah ketika nanti dia PKL. Jangan lupa ketika mau berangkat PKL, mohon doa dan wajib cium tangan kepada kedua orangtuanya. Selama di jalan supaya menjaga keselamatan dan tertib lalulintas.
“Dan yang lebih penting lagi, di dalam PKL nanti, pegang dan jalankan dengan baik motto sekolah, yakni, akan selalu 3T, tertib ibadah, tertib belajar dan tertib organisasi, anggun akhlaknya, unggul intelektualnya, simpatik menarik dan tenang meyakinkan,” pesan Nuryadin.
Karena PKL merupakan bagian dari promosi, Nuryadin mengingatkan agar siswa menjaga dan jalankan tugas PKL dengan baik, karena masyarakat akan melihat sejauh mana kompetensi anak-anak ini sehingga nama baik sekolah bisa terjaga dengan baik.
“Bagi para orangtua, untuk supaya didukung dan didoakan agar anak-anak kita ini dapat menyelesaikan tugas PKL nya selama 3-4 bulan kedepan. Orangtua juga diharapkan bisa memantau selama di tempat PKL,” ujar Nuryadin yang juga berpesan, kalau ada apa-apa segera koordinasi, kontak pada guru pembimbing atau langsung ke kepala sekolah.
Kepada para mitra dari DUDI (dunia usaha dunia industri), Nuryadin juga mengucapkan banyak terima kasih, khususnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo yang selalu membimbing, membina mengarahkan dan selalu memberi ijin pada SMK Kesehatan Purworejo untuk bisa PKL di puskesmas, rumah sakit, klinik dan apotik di wilayah Kabupaten Purworejo.
“Titip anak kami untuk belajar di tempat bapak/ ibu. Berikan nilai yang pantas dengan kinerjanya,” pungkas Nuryadin, yang berharap kerjasama yang baik akan ini akan terus terjalin untuk tahun-tahun berikutnya. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





