KORANJURI.COM – Dasa Mukti Prayogi, siswa kelas XI TMI A SMK YPP Purworejo berhasil meraih juara 1 pada kompetisi pencak silat Banten International Championship 3, yang digelar pada 17-19 Maret 2023 lalu di GOR Indoor Stadium Benteng Taruna, Banten.
Pesilat SMK YPP Purworejo dari perguruan Pencak Silat Manunggal Adi Suci (PS MAS) ini sukses meraih juara 1 pada kelas Tanding Pra Remaja Pa kelas G tingkat SMA/SMK Sederajat. Atas prestasinya itu, Dasa mendapatkan piala dan medali emas.
Dasa mengaku, baru pertama kali dirinya ikut dalam kompetisi pencak silat tingkat internasional, khususnya pada Banten International Championship 3 tahun 2023. Meski baru pertama kali, namun prestasi membanggakan sudah ditunjukkan Dasa, putra Agus Sutopo (alm) dan Dayati, warga Kedung Pucang, Bener ini.
“Dulu waktu di MTs pernah beberapa kali ikut kompetisi, tapi belum pernah mendapatkan juara. Alhamdulillah, kali ini meski baru pertama kali ikut kelas internasional, langsung bisa mendapatkan juara 1,” ujar Dasa, Senin (27/03/2023).
Menurut Dasa, dalam Banten International Championship 3 tersebut, diikuti pesilat-pesilat dari beberapa negara, seperti Timor Leste, Thailand, Afrika serta beberapa negara lainnya, dengan mempertandingkan kelas tanding, seni dan festival. Event ini untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa/Umum.
Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Dasa, namun selama seminggu penuh sebelum pertandingan, dia secara intensif rutin melakukan latihan di pusat perguruan PS MAS di Desa Jati, Kecamatan Bener.
“Kalau tiap minggu kita memang rutin latihan, antara 4-5 kali,” kata Dasa, yang berharap dengan prestasinya itu dia bisa menjadi atlet silat untuk membanggakan kedua orangtua, sekolah dan perguruannya.
Atas prestasi siswanya ini, Kepala SMK YPP Purworejo Mugi Widodo, S.Pd., mengaku sangat bangga, karena telah membawa nama baik perguruannya, serta sekolah dan Kabupaten Purworejo di tingkat internasional.
“Sebagai bentuk apresiasi, dari sekolah memberikan reward bagi Dasa bebas SPP selama setahun,” ungkap Mugi.
Dia berharap, prestasi Dasa ini akan menjadikan motivasi bagi adik-adiknya, supaya bisa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Dan keberadaan Dasa ini, merupakan sebuah potensi/aset bagi sekolah.
“Kebetulan di sekolah juga ada ekstra pencak silat. Semoga ini juga bisa menjadi wadah bagi Dasa untuk mengembangkan bakat dan potensinya, agar nanti bisa berkembang menjadi atlet,” pungkas Mugi Widodo. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
