Pemusnahan Miras Warnai Peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar di Purworejo

oleh
Pemusnahan ribuan botol miras pada peringatan HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Momentum peringatan HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 berlangsung khidmat sekaligus menegangkan.

Upacara yang digelar pada Rabu (10/06/2026) ini diwarnai aksi pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) hingga simulasi pemadaman kebakaran yang memukau para hadirin.

Upacara yang dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, SH, bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, dan para camat ini menjadi panggung unjuk kesiapsiagaan bagi para penegak perda dan penjaga keselamatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, memberikan apresiasi tinggi dan mengingatkan agar Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar terus mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.

“Saya berharap penegakan peraturan daerah dapat dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pembinaan dan edukasi. Jadilah garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung visi Purworejo Berseri,” tutur Bupati Yuli Hastuti.

Pada momen spesial ini, Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada tiga anggota Satlinmas Purworejo yang telah mendedikasikan hidupnya menjaga lingkungan dengan masa pengabdian luar biasa, yakni lebih dari 20 tahun.

Seusai upacara bendera, perhatian langsung tertuju pada aksi penggilasan barang bukti minuman keras dan minuman beralkohol (minol). Sebanyak 2.472 botol miras dari berbagai merk dan jenis, dihancurkan menggunakan alat berat di lokasi acara.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, SSTP, MM, menjelaskan bahwa ribuan botol miras tersebut merupakan buah manis dari kerja keras personel di lapangan.

“Miras dan minol yang kita gilas tadi sebanyak 2.472 botol. Ini merupakan hasil operasi penertiban yang kami lakukan secara maraton sejak awal tahun baru hingga bulan Juni ini,” tegas Siswantoro.

Ia menambahkan, operasi rutin penegakan peraturan daerah (perda) akan terus digalakkan, khususnya dalam merespons cepat keluhan dan laporan yang masuk dari masyarakat demi menjaga kondusivitas Purworejo.

Tidak hanya urusan miras, tantangan alam juga menjadi fokus utama. Memasuki musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi akan menjadi salah satu musim kering terpanjang, jajaran Damkar Purworejo langsung tancap gas memamerkan keterampilan mereka lewat simulasi pemadaman kebakaran lahan (ground fire).

Langkah taktis ini diambil mengingat wilayah Purworejo bagian utara dan timur memiliki titik kerawanan kebakaran lahan yang cukup tinggi saat musim kemarau.

“Kami membangun kewaspadaan dini terkait kebakaran lahan. Simulasi tadi melatih bagaimana teman-teman secara cepat dan terampil memadamkan titik api di lapangan,” ujar Siswantoro.

Untuk mengamankan wilayah Purworejo dari ancaman kebakaran dan kebutuhan penyelamatan (rescue), pihak Damkar telah menyiagakan tiga pos strategis yang saling terintegrasi, yakni Pos Induk, Pos Kutoarjo dan Pos Purwodadi.

Ketiga pos ini siap bergerak bersama dan saling membackup personel kapan pun dibutuhkan.

Siswantoro juga berharap peran Linmas ke depan tidak lagi sekadar mengurusi acara sosial atau resepsi warga, melainkan diperluas cakupan perannya dalam menjaga ketenteraman desa.

Ia juga mengetuk hati pemerintah desa dan kelurahan untuk turut mendukung operasional Linmas, mulai dari fasilitas, peralatan, hingga peremajaan seragam. (Jon)