Dinas Kesehatan melalui puskesmas juga selalu melakukan pelaporan rutin Frambusia. Selain itu, lebih dari tiga tahun tidak ditemukan adanya kasus Frambusia di Purworejo.
“Pemkab Purworejo berkomitmen untuk terus mempertahankan NOL kasus Frambusia. Kepada masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” terang Bupati.
Kepala Dinkes dr Sudarmi MM mengungkapkan, Frambusia atau dikenal juga sebagai Patek merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue.
Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.
Penyakit Frambusia dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi.
Pada awalnya, frambusia hanya akan menyerang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga dapat menyerang tulang dan sendi.
Namun dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut namun tetap waspada dan menjaga pola hidup sehat.
Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media, agar masyarakat mengatahui apa bahaya Frambusia.





