Pembatasan Aktifitas Nyepi Mulai 29 Maret Pukul 06.00 WITA, Termasuk Akses Internet

oleh
Perayaan Ogoh-Ogoh saat malam Nyepi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengeluarkan imbauan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947 meliputi, Malis, Pangrupukan, Sipeng atau Catur Bratha Penyepian dan Ngembak Geni dengan khidmat dan khusyuk.

Untuk menjaga kelancaran upacara Nyepi di Bali, FKUB dan Kanwil Agama Provinsi Bali mengatur, Jasa transportasi meliputi, darat, laut dan udara, tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

Aturan itu mulai berlaku pada Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 06.00 WITA hingga Minggu, 30 maret 2025 pukul 06.00 WITA.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, hal yang sama juga berlaku untuk masyarakat.

Imbauan itu di antaranya, tidak diperkenankan bepergian keluar rumah, menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan dan sejenisnya yang bersifat mengurangi keheningan dan kesucian pelaksanaan Hari Suci Nyepi dan ketertiban umum.

“Prajuru Desa Adat, Pecalang, BANKAMDA, Aparat Desa/Kelurahan dan petugas keamanan di setiap tempat ibadah diminta mewujudkan situasi dan kondisi yang aman, tenang dan tertib dalam rangkaian Hari Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing,” kata Dewa Made Indra.

Aturan lain yang juga diberlakukan pada saat Hari Nyepi dari tahun ke tahun adalah, provider jasa selular agar mematikan sementara akses internet untuk wilayah Bali.

Aturan itu berlaku mulai Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 06.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA. (Way)