KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster minta pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai lebih optimal. Gubernur mengaku banyak mendapat keluhan dari penumpang.
Terutama, waktu tunggu bagasi yang lama hingga antrean imigrasi dan bea cukai yang terlalu rumit dan panjang.
Koster mendesak pemangku kepentingan kebandaraan memperbaiki sistem layanan itu.
“Sebelumnya saya mendapat laporan waktu tunggu bagasi terlalu lama lebih dari satu jam. Waktu antre imigrasi lama, dan waktu pemeriksaan di Bea Cukai cukup lama,” kata Koster.
Kualitas pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dibahas pada 23 Agustus 2025 tahun lalu. Gubernur memberikan waktu kepada pengelola Bandara, pihak Imigrasi dan Bea Cukai, untuk berbenah.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar waktu tunggu bagasi diturunkan dari 1,5 jam menjadi 30-45 menit. Waktu tunggu antrean imigrasi dipangkas lebih pendek dan pemeriksaan penumpang di konter Bea Cukai lebih cepat.
Properti pelayanan di bandara Ngurah Rai yang sudah usang juga mendapat sorotan dari Gubernur. Seperti, conveyor belt, rehab toilet yang sudah tua hingga penyediaan kursi penumpang yang menunggu antrean bagasi.
“Furnitur tua yang ada di ruang Bea Cukai perlu diganti, juga perlu ada fasilitas komunikasi. Kualitas penerangan dan kebersihan harus diperhatikan,” ujar Koster.
Desakan peremajaan fasilitas dan perbaikan sistem pelayanan itu dipastikan sudah berjalan. Waktu tunggu bagasi untuk pesawat sedang dan kecil berkurang. Saat ini menjadi 13-30 menit.
Untuk pesawat besar dengan banyak penumpang waktu tunggu bagasi lebih singkat menjadi 18-40 menit.
Waktu antre imigrasi juga lebih cepat karena menggunakan autogate dan paspor elektronik. Kecuali, beberapa negara yang seperti India yang masih menggunakan paspor manual.
Semua fasilitas Bandara sudah bersih, sudah diprogramkan penggantian toilet tua, pengadaan furnitur, menambah petugas pelayanan, dan perbaikan lainnya.
Tahun 2025 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kunjungan 7,05 juta wisatawan mancanegara atau sekitar 45,8% dari total 15,39 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dan, lebih dari 9 juta wisatawan domestik. (Way)
