KORANJURI.COM – PDAM Purworejo memastikan, bahwa layanan air bersih di wilayah Kecamatan Grabag dan Kecamatan Butuh yang merupakan implementasi dari Instruksi Presiden tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk Kabupaten Purworejo akan segera terealisasi.
Menurut Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, kelanjutan dari program tersebut kini sedang memasuki proses lelang. Jika semua berjalan lancar, eksekusi akan dilakukan di bulan September 2024 hingga akhir tahun, yakni pemasangan jaringan distribusi bagi sampai ke jaringan distribusi layanan dengan nilai mencapai Rp 27 milyar.
“Eksekusi ini dilakukan karena jaringan distribusi utamanya sudah selesai,” jelas Hermawan, Kamis (06/06/2024).
Disampaikan, bahwa dari program tersebut untuk wilayah Purworejo ada empat wilayah yang menjadi sasaran. Namun wilayah yang paling besar ada di Kecamatan Grabag dan Butuh.
Setelah diverifikasi, dari PDAM Purworejo mendapat sekitar 5.400 SR di wilayah Butuh dan Grabag, yang nantinya untuk air bakunya bersumber dari Wadaslintang dengan pengolahan di Jembangan.
Kemudian, kata Hermawan, juga ada DAK untuk sekitar 1.600 SR, dengan sumber air dari Wadaslintang dengan pengolahan di Balengasal untuk wilayah Kemiri, Pituruh dan sebagian Kutoarjo.
PDAM Purworejo juga mendapat bantuan debit air 50 liter/detik dari produksi Jembangan bersumber dari Wadaslintang.
“Percepatan-percepatan itu, supaya memaksimalkan produksi SPAM regional, khususnya wilayah Purworejo,” pungkas Hermawan sambil menambahkan, dalam program ini masyarakat hanya dikenakan pendaftaran Rp 100 ribu. (Jon)





