KORANJURI.COM – DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Purworejo telah mendaftarkan Bacalegnya di KPU Purworejo sebanyak 45 orang. Dari jumlah Bacaleg yang ada, 30 persen lebih merupakan Bacaleg perempuan.
Dari 45 Bacaleg tersebut, menurut Ketua DPC PBB Kabupaten Purworejo Arie Edi Prasetyo, yang serius dalam pencalegan tidak sebanyak itu. Hal itu akan terseleksi dalam pemenuhan persyaratan. Dalam pencalegan ini, Arie sendiri maju di Dapil 1 (Purworejo-Kaligesing).
“Dengan melihat realistis yang ada, kami menargetkan 6 kursi di DPRD kabupaten, dengan asumsi masing-masing Dapil 1 kursi,” ujar Arie, Selasa (16/05/2023).
Pihaknya serius berbuat, namun juga melihat kenyataan bahwa saat ini masih banyak yang belum mengenal PBB. Karena itu, dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat, dari DPC pernah mengadakan bakti sosial bersih pantai Dewaruci dan pada bulan puasa mengadakan festival Takjil.
Dan secara gerilya, dari PBB menyapa para pendukungnya yang sejak dulu menjadi pendukung dalam rangka sukses pencalonan DPR RI. Karena menurut Arie, saat pilpres dan pileg zonanya berbeda. Kalau dalam DPR RI PBB sudah tertata untuk dapil Jateng. Namun hal itu berbeda ketika berada di tingkat kabupaten.
“Strateginya harus telaten dalam menjalin silaturahmi karena banyak masyarakat yang belum mengenal PBB, partai bernomor 13 dalam pemilu 2024,” ungkap Arie.
Arie yang kini menahkodai PBB Purworejo, selama ini dikenal sebagai tokoh Partai Golkar Purworejo. Ditanya soal kepindahannya ke PBB, Arie mengaku punya alasan yang mendasar. Secara pribadi, dirinya mengaku belum pernah dikecewakan oleh Golkar. Namun dia kecewa dengan sistem yang berlaku di Golkar saat ini. Karena sudah jauh dari hakikat Golkar sebagai organisasi.
Arie mencontohkan, untuk menjadi kader Golkar, harus melalui lima tahap. Mulai dari diajak-ajak, diperkenalkan, diberi penugasan, diberi kepercayaan dan diberi kekuasaan. Namun saat ini yang terjadi justru sebaliknya.
Kader itu sendiri dimulai dari simpatisan, meningkat ke anggota yang selanjutnya dididik menjadi kader. Kader inilah yang bisa ditempatkan menjadi kader organisasi, kader eksekutif dan kader legislatif.
“Namun saat ini yang terjadi tidak sesuai dengan citra Golkar. Banyak sekali pencalonan-pencalonan ketua DPD itu dengan pragmatis dan transaksional,” terang Arie.
Dipilihnya PBB, dari pengakuan Arie, karena kedekatannya dengan Yusril Ihza Mahendra. Dia juga punya ikatan dengan Masyumi, partai yang melatarbelakangi lahirnya PBB. Arie kecil ikut kakeknya yang kebetulan ketua Masyumi. Perjuangan ideologi Masyumi Arie sangat memahami.
“PBB ini berlatar belakang Masyumi. Namun PBB saat ini tidak seperti dulu. Sekarang PBB menjadi partai nasionalis religius. Itu alasan kenapa bergabung dengan PBB,” pungkas Arie. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
