Mengeksplorasi Bakat Enterpreuner Teknologi, Ribuan Mahasiswa ITB STIKOM Bali Ikuti Kulindus 2025

oleh
Kuliah Industri (Kulindus) 2025 ITB STIKOM Bali resmi dibuka oleh Wakil Rektor II Dr. Ni Luh Putri Srinadi, S.E., MM.Kom, Rabu, 14 Mei 2025 – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali kembali menggelar Kuliah Industri (Kulindus) 2025. Kegiatan yang memperkenalkan kreasi teknologi mahasiswa itu digelar selama tiga hari, 14-16 Mei 2025.

Dengan mengangkat tema ‘Ethical, Tech & Digital Well Being’, event yang diikuti oleh 2.800 mahasiswa aktif itu menjadi refleksi atas kemajuan teknologi yang sangat cepat tapi mengabaikan etika dan kemanusiaan.

“Tujuan kuliah industri ini secara umum bagaimana mahasiswa bisa mengembangkan skill yang dimiliki mahasiswa, salah satunya di bidang industry teknologi,” kata Wakil Rektor II Dr. Ni Luh Putri Srinadi, S.E., MM.Kom, Rabu, 14 Mei 2025.

Putri Srinadi manambahkan, pengetahuan yang dimiliki mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan enterpreuner yang cukup. Selama duduk di bangku perkuliahan, mahasiswa juga diajarkan mengembangkan kompetensi di luar relasi mereka.

Ia menambahkan, ITB STIKOM Bali adalah kampus IT. Namun, dalam penerapan kurikulum pendidikan, selalu melibatkan komponen lain yakni seni dan budaya. Kulindus menurut Putri Srinadi menstimulasi mahasiswa untuk terbiasa dengan kreatifitas dan enterpreuner.

“Dan kegiatan ini tentu saja memantik bakat usaha baru yang bisa saja tidak disadari oleh mahasiswa,” ujarnya.

Kuliah Industri ITB STIKOM Bali digelar setiap semester genap. Ketua panitia Gede Sastra Wangsa, ST., MT mengatakan, tahun ini kegiatan diisi dengan kuliah umum online, offline dan hibrid.

Ada 16 tenant pameran pembelajaran yang memeriahkan kegiatan selama acara berlangsung. Selain itu, 21 narasumber dihadirkan untuk mengisi workshop tentang pengembangan game, industri teknologi, integrasi IT dan penegakan hukum, desain serta adaptasi teknologi.

“Para mahasiswa mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi dari para pakar di bidang industri teknologi,” jelas Gede Sastra Wangsa. (Way)