Mendulang Sukses Sebelumnya, Pameran IKM Bali Bangkit Dihidupkan Lagi

oleh
Pameran IKM Bali Bangkit - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pameran IKM ‘Bali Bangkit’ akan kembali digelar di Taman Budaya Bali, Denpasar. Kegiatan yang memfasilitasi para UMKM di Bali itu pernah digelar semasa pandemi beberapa tahun lalu.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan, event pameran dibutuhkan oleh para pengusaha kecil menengah untuk memasarkan produknya. Dia mengatakan, ada potensi besar pemasaran produk melalui pameran.

“Saat pandemi covid-19, pameran Bali Bangkit digelar selama 3 tahun dengan biaya Rp5,3 miliar, asumsinya setiap bulan butuh Rp185 juta. Tapi perputaran uang dari kegiatan itu total penjualan Rp58 miliar, kalau diam saja, siapa yang ngasih uang sebesar itu,” kata Putri Koster saat launching website Dekranasda Provinsi Bali, Jumat (20/6/2025).

Dia mengatakan, UMKM Bali punya semangat untuk mendukung perekonomian Bali melalui produk-produk yang dihasilkan. Keinginan itu mendapat respons dari Dekranasda Bali yang akan menghidupkan kembali pameran ‘Bali Bangkit’ hingga tahun 2030.

“Setelah periode pertama berakhir, sekarang pameran di Art Centre harus dilanjutkan, pameran yang mengusung tagline produk berkualitas dengan harga pantas,” ujarya.

Selain pameran ‘Bali Bangkit’, Ketua Dekranasda Bali juga akan fokus mengangkat desainer lokal menuju tingkat global. Putri Koster mengatakan, dengan memberikan kesempatan kepada desainer lokal di panggung global, secara langsung akan mengangkat rasa percaya diri.

Sebelumnya, dirinya melihat ketika para perancang busana Bali menjajal karpet merah di Paris dan Jepang dalam mempromosikan tenun endek Bali. Kondisi itu memberikan gambaran bahwa karya fesyen Bali tak kalah dengan brand yang sudah mendunia.

“Suatu saat nanti saya ingin para desainer jadi trendsetter, sehingga Bali bisa jadi pusat mode dunia. Kenapa? Kita sudah ada kesempatan kerjasama dengan Dior, kita adakan fashion show dan Dior hadir, kita diterima,” kata Putri Koster.

Selain itu, model asal Bali menurut Putri Koster juga tak kalah elok dengan yang ada di Paris. Dalam promosi tenun endek Bali di Paris, Dekranasda menyewa model asing. Dari pengalaman itu, saat promosi endek di Jepang Dekranasda Bali memboyong 12 model asal Bali.

“Ternyata anak-anak di bali modelnya keren-keren daripada yang kita sewa di Paris, lebih keren model Bali. Setelah dua kali loncatan mereka dalam desain, loncatannya berikutnya pantas diteruskan,” jelasnya.

“Ke depan saya fokus dunia fesyen, tapi semua UMKM tetap akan kita ayomi,” tambah Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster. (Way)