KORANJURI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si. dan Wakil Ketua Kelik Susilo Ardani, SE., menjadi narasumber utama dalam kegiatan DPRD Mengajar di SMK TKM Purworejo, Selasa (13/12/2022).
Mengambil tema ‘Sosialisasi Tugas Pokok dan Fungsi DPRD serta Pendidikan Politik’, kegiatan DPRD Mengajar diikuti 80 perwakilan siswa dari unsur ketua kelas, pengurus OSIS, pengurus kelas, PKS, Saka Wira Kartika dan PMR.
Bersama Kelik Susilo Ardani, Dion memberikan materi pendidikan politik kepada siswa serta menyampaikan tentang peran politik dalam pembangunan dan tugas serta fungsi anggota DPRD.
Di hadapan para peserta, Dion juga menyampaikan tentang adaptasi generasi muda terhadap revolusi industri 4.0. Dijelaskannya, selama ini industri telah mengalami beberapa kali revolusi hingga sampai pada revolusi industri 4.0.
“Revolusi industri 4.0 ini yang akan kita alami, jadi adik-adik akan merasakan yang namanya revolusi industri 4.0,” kata Dion
Dia menyebut, hal itu sudah dimulai dengan ditemukannya 5G, dan kecerdasan buatan (AI). Dan robot itu salah satu kecerdasan buatan yang didalamnya ada big data. Dan ini akan merubah cara hidup dan cara kerja manusia.
“Maka kita harus beradaptasi. Walaupun komputer mulai menggantikan manusia tapi tidak semua bisa tergantikan, tinggal bagaimana kita beradaptasi,” ungkap Dion.
Kelik Susilo Ardani menekankan tentang pentingnya belajar menjadi pemimpin sejak usia muda. Kelik sendiri sebelum duduk di kursi dewan dahulu sempat menjadi ketua kelas mulai dari kelas 3 SD hingga SMA.
“Selain belajar menjadi pemimpin, para generasi muda juga harus bekerja keras untuk menggapai misi atau cita-citanya. Karena tanpa bekerja keras, maka masa depan kalian hanya sebuah bayangan saja,” ujar Kelik di hadapan para siswa.
Atas terlaksananya kegiatan ‘DPRD Mengajar’, Ki Gandung Ngadina, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMK TKM Purworejo sangat mengapresiasi. Dengan kegiatan tersebut, akan menjadikan satu tambahan wawasan bagi siswa yang di tahun 2023 sudah banyak yang memiliki hak pilih.
“Karena pendidikan politik tidak harus dilakukan di partai politik, namun bisa dilakukan sejak dini. Ini merupakan bagian dari sekolah kami, yaitu SMK TKM Purworejo yang merupakan sekolah plus kebangsaan, kerakyatan dan pekerti luhur,” kata Ki Gandung.
Dengan kegiatan ini, menurut Ki Gandung, otomatis, siswa khususnya dan generasi muda pada umumnya akan memahami tentang tugas DPR, proses pembentukan DPR, kemudian cara melaksanakan rapat-rapat di DPR, kemudian tentang demokrasi dan lainnya.
“Ini nyambung dengan kurikulum Merdeka Belajar, sehingga ini merupakan salah satu guru tamu di sekolah kami dalam bidang politik dan wawasan kebangsaan,” ujar Ki Gandung.
Dia berharap, siswa akan menjadi paham tentang politik, sehingga akan mengerti cara nanti bagaimana melaksanakan kegiatan pemilu yang akan datang. Pemahaman yang sangat bagus ini akan memberikan satu dorongan pada siswa untuk membentuk karakter dalam siswa nanti bergerak di bidang politik. (Jon)/b>
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





