Manfaatkan Limbah Organik, SMA Negeri 5 Denpasar Ciptakan Pupuk Kompos ‘Lelemekan’

oleh
Kepala SMA Negeri 5 Denpasar Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati (kanan) bersama Wakasek Kesiswaan Anik menunjukkan Pupuk Kompos Lelemekan, Senin, 10 Oktober 2022 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Limbah organik yang berasal dari daun-daunan yang ada di SMA Negeri 5 Denpasar disulap menjadi pupuk. Sudah hampir 8 bulan, sejak Maret 2022, limbah dedaunan yang ada di sekolah seluas 2,5 hektar itu telah menghasilkan puluhan kilogram kompos.

Hasil olahan rabuk itu dikemas dalam plastik dan dipasarkan seharga Rp 5.000 per kantung. Pupuk kompos itu kemudian dinamai ‘Lelemekan’ yang diproduksi oleh SMA Negeri 5 Denpasar.

Kepala sekolah setempat, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati menjelaskan, semua proses dilakukan di sekolah oleh sumber daya manusia yang ada di sekolah. Dikatakan, proses produksi memakan waktu satu bulan hingga proses pengemasan.

“Idenya berawal dari pemanfataan dari apa yang ada di sekolah. Kami punya lahan cukup luas dan banyak tanaman dan pepohonan, kenapa itu tidak kita manfaatkan. Akhirnya, tercetuslah ide mengolah limbah organik menjadi kompos,” jelas Kepala Sekolah yang akrab disapa Bu Cok ini, Senin, 10 Oktober 2022.

Untuk memfermentasi bahan organik yang ada dibutuhkan cairan EM4. Cairan tersebut dicampurkan setelah proses penggilingan limbah organik. Kompos yang dihasilkan itu, menurut Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, meminimalkan penggunaan campuran tanah.

Selain produk kompos, limbah berupa ranting pohon juga diolah menjadi arang. Produk arang itu umumnya digunakan sebagai media sekaligus pupuk untuk tanaman anggrek.

Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati menambahkan, selama ini seluruh proses dikerjakan oleh tim guru dan karyawan. Kedepan, pihak SMA Negeri 5 Denpasar akan menggandeng Kampus yang ada di Denpasar untuk pengembangan produksi pupuk kompos tersebut.

“Kami tengah menyiapkan pembuatan pupuk kompos ini untuk kita jadikan kegiatan ekstrakurikuler. Sehingga sumber daya alam yang ada di sekolah tidak terbuang percuma menjadi sampah, tapi dari sampah itu kita mengolahnya agar berguna,” jelasnya.

Selanjutnya, produksi pupuk kompos di SMA Negeri 5 Denpasar akan dikembangkan menjadi profil pupuk kompos cair. Saat ini, proses pembuatan pupuk kompos cair tengah berjalan.

“Disinilah kita akan menggandeng Perguruan Tinggi,” kata Bu Cok.

Saat ini, pupuk kompos produksi SMA Negeri 5 Denpasar dipasarkan dalam wilayah terbatas. Kampus-kamlus yang berdekatan dengan SMA Negeri 5 Denpasar telah menggunakan Pupuk Kompos Lelemekan.

Lelemekan sendiri artinya pupuk. Saya sendiri juga membeli yang saya gunakan untuk tanaman saya di rumah,” ujarnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News