Luas dan Representatif, Pie Susu Dewata Agung Buka Outlet Baru

oleh
Pemilik brand Pie Susu Dewata Agung Muchram Ibrahim atau akrab disapa Baim - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Brand Pie Susu Dewata Agung membuka outlet baru sekaligus digunakan sebagai tempat produksi. Lokasinya berada di Jalan Bypass Ngurah Rai, Pesanggaran, Denpasar.

Dengan luas lahan 11 are dengan gedung berlantai dua, setidaknya sanggup menampung kunjungan dari para wisatawan kelompok dalam rombongan besar.

Pemilik brand Pie Susu Dewata Agung Muchram Ibrahim atau akrab disapa Baim menjelaskan, pihaknya memiliki 30-50 produk yang didisplay dan dipasarkan. Namun, maskot utamanya tetap pie susu.

“Di sini kita menyiapkan untuk tempat gathering untuk kebutuhan pariwisata yang membutuhkan untuk tempat makan, sholat sekaligus untuk berbelanja,” kata Baim, Selasa (8/8/2023).

Dengan launching outlet resmi, Pie Susu Dewata Agung sudah mulai running pada Rabu, 9 Agustus 2023. Selebihnya, di lokasi yang sama, tengah dipersiapkan tempat produksi pie susu yang direncanakan diresmikan bulan September 2023.

Untuk memberikan kenyamanan pengunjung, terutama untuk pengaturan parkir, pihaknya menggandeng Desa Adat setempat. Hal itu dibutuhkan ketika memasuki masa liburan dengan kunjungan rombongan dalam jumlah besar.

“Kita sudah antisipasi untuk pengaturan parkirnya, kita sudah menggandeng Desa Adat. Kapasitas parkir yang kita miliki mampu menampung sekitar lima bus,” jelasnya.

Pie Susu Dewata Agung sendiri memiliki marketshare untuk wisatawan domestik. Di sini, Baim melibatkan pramuwisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali.

Ketua Divisi Domestik DPD HPI Provinsi Bali I Made Wijana mengungkapkan, kemunculan UKM seperti Pie Susu Dewata Agung memberikan dukungan untuk menopang ekonomi pariwisata yang kini mulai bangkit lagi pasca pandemi covid-19.

“Dengan komitmen tinggi, saya yakin UKM seperti Pie Susu Dewata Agung ini akan maju dan memberikan feedback positif untuk kebangkitan ekonomi pariwisata di Bali,” kata Wijana.

Komitmen yang dimaksud terkait dengan hak dan kewajiban dalam kerangka kerjasama antara pramuwisata dan pemilik usaha. Keberadaan pramuwisata menurut Made Wijana, menjadi ujung tombak dalam membuka pasar pariwisata dan seluruh elemen yang ada.

“Dengan produk dan manajemen yang bagus dan harga yang terjangkau, saya ada keyakinan temen-temen pramuwisata pasti akan merasa termotivasi,” ujarnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS