KORANJURI.COM – Li Scarf By Irun Maulana, sebuah UMKM dari Purworejo, Jateng yang bergerak di bidang fashion, kembali berkiprah. Meski tanpa dibiayai dari pemerintah, namun Li Scarf By Irun Maulana tetap eksis memperlihatkan koleksi-koleksinya di runway fashion show bertaraf nasional maupun internasional.
Seperti halnya dalam Indonesia Modest Fashion Week Melbourne, ajang Modest Fashion yang digelar dari tanggal 1 – 5 Maret 2023 di Melbourne Austalia, Li Scarf By Irun Maulana turut menjadi bagian brand yang ikut dalam gelaran tersebut.
Indonesia Modest Fashion Week Melbourne, sesuai temanya gaya busana Modest, merupakan gaya busana yang tertutup yang sedang menjadi trend, bergayung sambut dengan desain-desain yang selama ini dikeluarkan Li Scarf By Irun Maulana.
Dalam event yang mengusung tema Indonesian Modest Fashion To Global Inspiration, Li Scarf By Irun Maulana mempresentasikan 8 koleksi fashionnya di ibu kota fashionnya Australia.
Diantara koleksi yang ditampilkan, Li Scarf By Irun Maulana berkolaborasi dengan Rumah Inklusif, sebuah komunitas difable yang berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah.
“Ada pesan dalam karya ini, bahwa disabilitas bisa muncul pada orang dari sejak lahir ataupun dapat berlaku juga kepada siapapun setelah menjalani kehidupan,” ujar Irun Maulana, pemilik Li Scarf By Irun Maulana.
Selain itu, Li Scarf By Irun Maulana dalam event tersebut karya fashionnya juga mengandung pesan campaign terkait kasus bulliying. Li Scarf By Irun Maulana memandang prilaku bullying merupakan tindak kekerasaan fisik dan mental yang akan memberikan pengaruh buruk bagi korban dan bahkan bisa berujung kematian.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan, pada tahun 2024, Indonesia akan menjadi pusat mode busana muslim dunia. Industri fashionpun membuktikan geliatnya menjadi komoditi yang cukup besar.
Kemenparekraf mencatat, industri fashion memberikan kontribusi mencapai 20% dari keseluruh industri kreatif Indonesia. Hal inilah yang memberikan alasan diselenggarakannya ajang Indonesia Modest Fashion Week Melbourne.
Pemilihan Melbourne sendiri, atas dasar kota ini merupakan kapitalnya industri fashion di Australia. Terdapat beberapa ritel atau departemen store, termasuk beberapa event fashion tahunan yang digelar di Melbourne. Empat musim, juga mempunyai pengaruh masyarakat Melbourne menjadi lebih fashionable, menyesuaikan fashionnya dengan kondisi yang terjadi.
(Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





