KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo kembali memberangkatkan salah satu siswanya ke Jepang bernama Fanisya Eka Noviyanti . Fanisya merupakan siswa alumni tahun 2020 dari jurusan Keperawatan.
Fanisya akan berangkat ke Jepang pada tanggal 4 September 2022 dan direncanakan sampai Jepang tanggal 5 September 2022.
Di Jepang dia akan bekerja sebagai care giver di RS Tokubetsu Yogo Rojin Home Kasakakenosato di kota Gunma. Sebelum berangkat ke Jepang, Fanisya menyempatkan diri ke sekolah untuk berpamitan pada Jum’at (19/08/2022).
Fanisya ditemui Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen Ir Ari Tiasadi dan Ketua BKK Sehati Yoga Wicaksono, S.Pd.
“Terima kasih kepada sekolah dan BKK SMK Kesehatan Purworejo yang telah menyalurkan saya kerja di Jepang. Mohon doanya supaya saya selalu diberi kesehatan dan betah disana,” ujar Fanisya.
Atas keberangkatan salah satu siswa atau alumninya itu, Nuryadin mengaku sangat bersyukur. Dirinya menyambut baik kedatangan siswanya itu untuk berpamitan pada pihak sekolah.
“Semoga lancar, aman, selalu diberikan kesehatan dan nantinya 3 tahun berikutnya bisa pulang dengan selamat sampai ke Purworejo,” doa Nuryadin.
Menurutnya, apa yang dilakukan siswanya itu merupakan bagian dari strategi untuk meraih masa depan. Sehingga nanti begitu pulang dari Jepang apa yang sudah didapat itu menjadi modal dan bisa dikembangkan untuk usaha lebih maju, untuk bekal hidup kedepan di Purworejo.
Keberangkatan salah satu alumni ini, diharapkan Nuryadin akan mendorong dan memotivasi yang lain untuk tetap semangat, terutama yang belum lulus untuk tetap semangat belajar dengan sungguh-sungguh dan serius sehingga nanti ketika lulus segera bisa menyusul ke Jepang.
“Saya ucapkan terima kasih buat tim BKK yang telah mempersiapkan untuk menyeleksi alumni kita dan sudah memberangkatkan beberapa anak Jepang,” ujar Nuryadin.
Menurutnya, itu membuktikan bahwa pihaknya mampu dan bisa, bahwa SMK Kesehatan Purworejo sesuai dengan mottonya yaitu lulusannya siap kerja saya kuliah, siap bekerja sambil kuliah, itu tidak hanya sekedar motto, tetapi betul-betul diwujudkan walaupun butuh proses dan waktu yang agak panjang.
Ari Tiasadi, selaku Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen sangat mengapresiasi dengan Vanisa. Karena tidak semua orang siap dan tidak semua orang juga mau dan mampu. Dan yang diperlukan persiapan mental, karena dengan budaya yang berbeda tentunya diperlukan waktu untuk beradaptasi.
“Jangan merasa sendiri, karena orang Indonesia juga banyak yang ada di Jepang. Selamat jalan dan selamat berjuang. Kami yang disini selalu mendoakan untuk yang terbaik disana,” kata Ari.
Yoga Wicaksono selaku Koordinator BKK (Bursa Kerja Khusus) Sehati SMK Kesehatan Purworejo menjelaskan, keberangkatan siswanya ke Jepang itu melalui PT. OS Selnajaya Indonesia
“Selamat kepada Mbak Fanisya, semoga bisa betah di sana. Semoga semangat ini bisa ikut tertular kepada adik-adik kelasnya,” pungkas Yoga. (Jon)





