Kunjungi Gilimanuk, Gubernur Minta Petugas Tidak Mudah Disogok

    


Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra melakukan peninjauan rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu, 23 Desember 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penumpang umum dan pribadi yang masuk Bali melalui pelabuhan Gilimanuk Bali melewati skrining, sebelum benar-benar diijinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Pengetatan itu sebagai bagian dari pemberlakukan SE Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020. Untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana, Gubernur Bali Wayan Koster meninjau pelaksanaan rapid test di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu, 23 Desember 2020.

Koster meminta petugas bertindak tegas kepada oknum yang melakukan pemalsuan surat rapid test.

“Saya juga minta jangan sampai ada petugas yang mudah disogok untuk meloloskan para penumpang atau angkutan logistik tanpa rapid test menuju Bali,” kata Koster.

Kemudian, dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, di pintu masuk Bali wilayah Barat itu, diterapkan alur pemeriksaan Surat Keterangan (Suket) rapid test untuk PPDN KTP Non Bali.

Penumpang umum dan pribadi yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk, diarahkan ke Pos 1 untuk di Cek Suket rapid test-nya. Apabila Suket memenuhi syarat, maka petugas akan mengarahkan penumpang umum atau pribadi ke Pos 3 untuk mengikuti cek adminduk, kemudian boleh melanjutkan perjalanan.

Kalau ada penumpang tidak memenuhi persyaratan pemeriksaan Suket rapid test, maka petugas akan mengarahkan melakukan rapid yest mandiri. Kalau hasilnya negatif maka penumpang ini diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Untuk Kendaraan Logistik, kata Samsi, diarahkan ke Pos 2 untuk mengikuti Cek Suket Rapid Test. Apabila segala syarat Cek Suket Rapid Test terpenuhi, maka petugas akan memberikan Kendaraan Logistik tersebut stempel validasi hingga kemudian bisa melanjutkan perjalanan.

“Sedangkan kendaraan logistik yang tidak memenuhi syarat, petugas akan mengarahkan ke Pos 4 untuk mendapatkan rapid test gratis,” kata Samsi dalam pemaparannya kepada Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu, 23 Desember 2020.

Kalau hasilnya negatif lanjutnya, maka kendaraan logistik ini diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Samsi mengatakan, sejak 19 Desember hingga 22 Desember 2020, petugas memulangkan 14 penumpang lantaran hasil tes kesehatannya positif covid-19.

Sementara, ketersediaan rapid test kit di Bali, kata Samsi, jumlahnya masih mencukupi sebanyak 70.000 pack, bantuan BNPB melalui KKP sebanyak 100.000 pack dan bantuan Kesdam ke Gilimanuk sebanyak 3.000 dan Padangbai sebanyak 200 pack rapid test kit. (Way/*)