KORANJURI.COM – Dalam upaya konservasi penyu laut, 74 tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dilepasliarkan di Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Minggu (06/07/2025) lalu.
Tukik-tukik ini ditemukan 50 hari yang lalu dalam bentuk telur oleh warga setempat. Setelah dierami dan dipantau oleh ahli dan Pokdarwis Jayakatwang Desa Ketawangrejo, telur-telur tersebut menetas dan selanjutnya siap untuk dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, ST menyebut, Penyu Lekang merupakan salah satu jenis penyu laut yang dilindungi karena statusnya yang terancam punah.
“Oleh karena itu, upaya konservasi seperti pelepasan tukik ini sangat penting untuk meningkatkan populasi spesies ini,” ujar Wiyoto, Kamis (10/07/2025).
Dia berharap bahwa pelepasan tukik ini dapat menjadi titik balik untuk mengedukasi dan mengkonservasi penyu laut.
Pelepasan tukik ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat laut dan konservasi penyu laut. Dengan demikian, diharapkan populasi penyu laut dapat meningkat dan spesies ini dapat terus bertahan hidup.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat Desa Ketawangrejo yang dengan kesadaran sudah memelihara hingga seperti itu,” kata Wiyoto.
Dalam kesempatan ini, Wiyoto juga menghimbau untuk konservasi daerah pesisir, sehingga penataan daerah pesisir itu nanti akan memicu penyu untuk bertelur di situ.
“Kita harus bisa menyeimbangkan antara ekonomi dengan ekologi,” kata Wiyoto.
Meksi sudah beberapa kali ditemukan Tukik di sepanjang pantai laut selatan Purworejo, menurut Wiyoto, namun baru kali ini dalam skala masiv dilakukan, yang artinya menetaskan dalam jumlah banyak hingga 70 persen. Dimana saat ditemukan ada 104 telur dari satu indukan, hingga akhirnya bisa menetas 74 tukik.
Dari hasil penelitian, terang Wiyoto, prosentase penyu hidup setelah dilepasliarkan itu tidak sampai 1 persen. Misal dari seribu tukik yang dilepasliarkan, paling hanya 5-7 yang bisa hidup sampai dewasa. Hal itu dikarenakan banyak faktor, diantaranya predator alamnya banyak.
Wiyoto berharap, dari 74 penyu yang dilepasliarkan di Pantai Ketawang ini ada beberapa yang bisa hidup sampai dewasa.
“Dengan konservasi ini setidaknya kedepan anak cucu kita tahu yang namanya penyu tidak hanya sekedar dari cerita, buku atau film, tapi mengetahui secara langsung,” pungkas Wiyoto. (Jon)
