KORANJURI.COM – Konsulat Jenderal Amerika di Bali melakukan penjajakan kerjasama di bidang keamanan Siber bersama ITB STIKOM Bali. Kerjasama dilakukan untuk bidang akademik.
Wakil Rektor I ITB STIKOM Bali Dr. Roy Rudolf Huizen, S.T., M.T. mengatakan, Konsulat Jenderal Amerika Serikat selama ini mengikuti perkembangan bidang Cyber Security yang dikembangkan untuk program pascasarjana Sistem Informasi.
Menurut Roy, mereka melihat isu keamanan siber yang kian marak dan menjadi perhatian global, perlu dijawab dengan pendekatan akademis yang kuat, visioner, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“ITB STIKOM Bali sendiri telah menunjukkan komitmennya dalam bidang ini melalui berbagai kegiatan,” kata Roy, Rabu, 7 Mei 2025.
Selama ini, ITB STIKOM Bali aktif menggelar lomba cyber security. Termasuk, keterlibatan aktif sebagai mitra diskusi dalam kasus-kasus digital forensik bersama kepolisian. Hingga, pengembangan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan industri.
Dirinya berharap, Konjen Amerika di Bali melanjutkan dalam nota kerjasama secara berkelanjutan.
“Kami menyambut baik peluang kolaborasi ini dan berharap penjajakan ini dapat mengarah pada kerja sama konkret ke depannya,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana ITB STIKOM Bali, Dr. Dandy Pramana Hostiadi, S.Kom., M.T menambahkan, pihaknya menyambut baik peluang kolaborasi ini dan berharap penjajakan ini dapat mengarah pada kerja sama konkret ke depannya.
“Kami sangat terbuka terhadap sinergi dengan institusi internasional, apalagi dalam bidang yang menjadi kekuatan kami seperti Cyber Security. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan akademik di Program Pascasarjana ITB STIKOM Bali,” ujarnya.
Program Pascasarjana ITB STIKOM Bali terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Pilihan konsentrasi program keamanan siber berfokus pada Data Science, Enterprise System, dan Medical Informatics.
“Program pascasarjana Program Studi S2 Sistem Informasi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital secara profesional dan berdaya saing tinggi,” kata Dandy Pramana. (Way)





