KORANJURI.COM – Prestasi membanggakan diraih Ahmad Muntoyyib, siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Purworejo. Toyyib berhasil meraih medali emas atau juara 1 dalam LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tahun 2023 tingkat Propinsi Jateng pada mata lomba Prototype Modelling.
Atas prestasinya itu, Toyyib akan mewakili propinsi Jateng pada LKS SMK tingkat nasional pada mata lomba Prototype Modelling, yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober 2023 mendatang di Surabaya, Jatim.
Dra. Indriati Agung Rahayu, M.Pd., selaku Kepala SMKN 1 Purworejo merasa bangga dengan prestasi anak didiknya itu. Dia berharap, di LKS tingkat nasional, Toyyib bisa mengukir prestasi seperti para pendahulunya.
“Dari SMKN 1 Purworejo, sudah 7 kali meraih juara nasional LKS pada bidang lomba Prototype Modelling ini. Insya Allah ini yang kedelapan. Mohon doanya,” ujar Indri, Senin (05/06/2023).
Indri yang didampingi Firman Hidayat, S.Pd., pembimbing LKS dan Margodoyo, S.Pd., Waka Humas menjelaskan, dalam LKS tingkat propinsi tersebut, SMKN 1 Purworejo mewakili Kabupaten Purworejo untuk 6 mata lomba, yakni, Prototype Modelling, CNC Turning, Pengelasan, Wall and Floor Tiling, Cabinet Making dan Design Interior CAD Building.
“Dari 6 mata lomba tersebut, Prototype Modelling berhasil meraih emas, Wall and Floor Tiling perak, Cabinet Making perak dan CNC Turning perunggu,” jelas Margodoyo menambahkan.
Firman Hidayat selaku
guru pembimbing LKS mata lomba Prototype Modelling menjelaskan, dalam pelaksanaan LKS tingkat propinsi Jateng yang dilaksanakan selama dua hari, dari Senin (29/05/2023) hingga Selasa (30/05/2023) itu, peserta dari 10 SMK mengerjakan soal membuat mini roket atau mini space x (pesawat luar angkasa) dan sistem penilaiannya dilakukan bertahap. Setiap menyelesaikan satu modul akan langsung dinilai oleh juri dan hasilnya langsung diumumkan kepada seluruh peserta.
Di hari pertama, kata Firman, ada dua modul yang diselesaikan, yakni modul desain dan modul machining untuk bubut. Dari dua modul yang dilaksanakan di hari pertama, SMKN 1 Purworejo mendapat nilai tertinggi dan di akhir perlombaan tetap mendapatkan poin tertinggi.
“Selama pelaksanaan lomba, siswa mengalami satu hal di luar perkiraan,” ungkap Firman.
Menurutnya, selama latihan, untuk mengerjakan akrilik menggunakan alat potong yang sudah sering dan biasa digunakan. Namun ketika di perlombaan, karena pihak sekolah menyiapkan alat yang terbaik dan baru, saat dipergunakan siswa merasa kurang nyaman.
Firman menyebut, di SMKN 1 Purworejo, dalam menghadapi LKS, siswa benar-benar dibimbing dari awal. Kompetensi apa saja yang dibutuhkan dibekali sejak awal. Jadi ketika mendekati pelaksanaan perlombaan dan kisi-kisi sudah keluar, siswa sudah memiliki bekal yang lebih dan tinggal mengadaptasi dengan soal yang ada.
Proses latihannya, menurut Firman, juga tidak instan, tapi sudah jauh-jauh hari. Dari awal sudah dipersiapkan, jadi ketika menjelang perlombaan siswa tinggal menyesuaikan dengan yang diminta di perlombaan
“Untuk persiapan menuju tingkat nasional, akan kami latihkan dengan soal-soal LKS tahun sebelumnya. Jadi ketika kisi-kisi sudah keluar, siswa sudah siap mengerjakan job baru tersebut,” pungkas Firman, yang berharap, generasi penerus akan selalu ada dan bisa mempertahankan prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





