KORANJURI.COM – Semangat almarhumah Ibu Ani Yudhoyono dalam memajukan pendidikan anak usia dini terus terpancar hingga kini.
Hal ini terlihat saat rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dari era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan kunjungan ke RA Kuntum Kusuma Ani Yudhoyono (RA Kuku Ayu) di Sindurjan, Purworejo, pada Kamis (12/02/2026).
Kunjungan ini menjadi momen reuni sekaligus peninjauan komitmen terhadap lembaga pendidikan yang menjadi warisan pemikiran sang mantan Ibu Negara.
Dalam rombongan tersebut, hadir tokoh-tokoh penting seperti Ibu Herawati Boediono (Istri Wapres ke-11), istri mantan Menkopolhukam Djoko Suyanto, hingga Anita Chairul Tandjung.
Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap sekolah yang didirikan atas kolaborasi CT Arsa Foundation dan SIKIB.
Anita Chairul Tandjung menegaskan bahwa RA Kuku Ayu adalah bukti nyata kepedulian Ibu Ani terhadap fondasi generasi penerus.
“Pendidikan usia dini adalah akar bangsa. Kami di sini untuk melanjutkan cita-cita Ibu Ani dan memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga sebagai kewajiban moral kami,” tuturnya.
Meskipun sekolah ini merupakan inisiasi SIKIB, operasional hariannya dipercayakan kepada Yayasan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo. Sinergi antara yayasan lokal dan organisasi nasional ini terbukti membuahkan hasil positif bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu Estri Utami Setyowati selaku perwakilan keluarga Ani Yudhoyono yang juga Ketua Komite RA Kuku Ayu mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Paguyuban SIKIB tersebut.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan wujud kepedulian, perhatian serta penambah semangat baik bagi para guru maupun para siswa.
Estri Utami mengatakan, walaupun sekolah ini baru beroperasional selama dua tahun, namun peminatnya cukup antusias. Terbukti dengan sudah adanya orang tua yang sudah mendaftarkan anaknya untuk tahun depan.
“Kami terus berbenah. Kepercayaan masyarakat yang tinggi adalah motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di masa depan,” pungkas Estri.(Jon)





