Kemendes PDT Tetapkan 12 Rencana Aksi Program Prioritas ‘Bangun Desa Bangun Indonesia’

oleh
Kepala Desa Krandegan, Dwinanto saat menjelaskan kepada tamu undangan terkait pembangkit listrik tenaga surya yang dimanfaatkan untuk irigasi pertanian - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia telah menetapkan 12 rencana aksi program prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia, sebagai bentuk dukungan Asta Cita Ke-6 Presiden Republik Indonesia yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Ke 12 rencana aksi ini, Bumdesa pendukung makan bergizi, peningkatan ketahanan pangan lokal (swasembada pangan), desa swasembada energi, desa swasembada air, mendorong desa ekspor, pemuda pelopor desa, konsolidasi program K/L masuk desa, digitalisasi desa dan desa wisata, peningkatan investasi desa serta kerjasama dengan koperasi nasional dan investor dari LN, penguatan pengawasan,
desa berketahanan iklim dan pengembangan desa tangguh bencana
dan percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Hal itu disampaikan Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal dari Kemendes PDT, saat menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2025 di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Sabtu (18/01/2025).

Disampaikan, bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan target pencapaian swasembada pangan pada tahun 2027, inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung keamanan nasional.

“Untuk mencapai swasembada pangan, Kemendes PDT mendorong upaya mempercepat swasembada pangan dan kemandirian warga Desa mewujudkan kesejahteraan untuk Indonesia Emas 2045 sekaligus mendukung Asta Cita Ke-6 Presiden RI,” jelas Mulyadin Malik.

Menurutnya, hadirnya Dana Desa sejak tahun 2015 dimana secara akumulasi hingga tahun 2024 berjumlah 610 T, memberikan dampak pembangunan yang cukup signifikan terhadap desa, baik itu pembangunan dalam bentuk fisik untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, maupun untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Dana Desa bermanfaat untuk pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat desa dan juga pengembangan ekonomi masyarakat.

Penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dilaksanakan dengan berbasis potensi lokal serta kerja sama Desa dan antar Desa, dengan memperhatikan aspek pelestarian lingkungan Desa dan kawasan perdesaan.

“Fokus Dana Desa untuk dukungan program ketahanan pangan dilaksanakan berdasarkan aspek ketersediaan pangan di desa, keterjangkauan pangan di desa serta pemanfaatan pangan di desa,” terang Mulyadin Malik.

Dalam peringatan Hari Desa yang diinisiasi DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga dihadiri Pipin Sopian KSP DPP PKS, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc.,MA Ketua DPP PKS Bidang PP Desa, Amin Ak. BPW PKS Jatijaya, Arif Rahman Hakim Wakil Ketua BPKD DPP PKS, Hj. Yuli Hastuti, SH Bupati Purworejo, H. Muhammad Afif, Lc. Ketua DPW PKS Jateng, Ketua DPD PKS Purworejo, anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten dari PKS, OPD terkait, jajaran Forkopimca Bayan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti menyampaikan, dengan peringatan Hari Desa dapat menjadi wahana merefleksikan perjalanan pembangunan desa, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan desa-desa, khususnya di Kabupaten Purworejo.

“Hari Desa merupakan momentum pengingat bagi kita semua, tentang pentingnya peran desa dalam pembangunan nasional. Desa adalah pondasi dari kemajuan bangsa. Jika desa-desa kita maju, maka Indonesia akan semakin kuat dan sejahtera,” kata Bupati.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Krandegan Dwinanto, S.E., menyampaikan perkembangan desanya, khususnya dalam inovasi di bidang pertanian. Bahwa Desa Krandegan juga telah memiliki panel surya permanen yang dipasang di lahan terbuka di atas tanah bengkok milik desa untuk sistem irigasi sawah di wilayahnya.

“Pada peringatan Hari Desa Nasional ini juga akan dilaunching pembangkit listrik tenaga surya untuk pengairan pertanian. Rencananya mempunyai daya 18.800 watt yang dapat mengaliri sawah 34 hektar,” jelas Dwinanto.

Kegiatan peringatan Hari Desa Nasional tahun 2025 ini diakhiri dengan kunjungan ke pusat pembangkit listrik tenaga surya Desa Krandegan. (Jon)